16
September
2026
Rabu - : WIB

Menguak Luka Keluarga, Pementasan Teater As STAI Pati yang Mengharukan

wartaphoto
2025/10/23 pada Berita, Pati, Pendidikan, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Teater AS Sekolah Tinggi Agama Islam Pati (STAIP) menggelar pentas produksi, Rabu (22/10/2025), dengan mengangkat tema Luka Keluarga.

Kisah itu menceritakan sosok bernama Sukma yang diperankan oleh Fida mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari ibunya. Perempuan itu tidak benar-benar mengerti alasan sikap kasar dari seorang ibu yang seharusnya menyayangi.

Tak ayal, hal itu menjadi konflik dalam keluarga. Bahkan, sosok ayah yang diharapkan menjadi sandaran bagi Sukma ternyata juga menghilang dari keluarga tersebut.

Hal itu juga yang membuat Ahmad, anak terakhir di keluarga tersebut menjadi membenci sang ayah. Tokoh yang diperankan oleh Luki itu menilai sang ayah menjadi orang yang tak bertanggungjawab.

Mbak Tari yang dimainkan oleh Destin menjadi tokoh yang berupaya menjaga keseimbangan rumah. Hingga akhirnya dia membuka sebuah rahasia di mana ibunya yang dimainkan oleh Sinta ternyata mengalami peristiwa besar saat mengandung Sukma. Hal itulah yang membuatnya mengalami trauma dan tak pernah benar-benar siap saat melihat sosok putri keduanya tersebut.

Pementasan Teater As STAI Pati

Lurah Teater As, Nur Hafida, mengatakan bahwa naskah ini mengangkat realita yang kerap terjadi, yaitu banyak peristiwa menyakitkan yang justru muncul dari dalam sebuah keluarga.

“Kami meyakini, lewat naskah ini, ingin berbicara tentang banyaknya luka yang justru muncul dari dalam sebuah keluarga. Barangkali mereka tampak baik saat berada di luar namun ada hal besar yang coba disimpan rapat-rapat,” ungkap pemeran Sukma dalam pentas produksi tersebut.

Meski bagi sebagian orang membicarakan persoalan keluarga merupakan hal yang tabu, namun dia justru menyoroti hal sebaliknya. Menurutnya, menemukan teman untuk berbicara tentu penting dalam mengobati luka.

“Terkadang orang yang memiliki rasa luka, hanya butuh teman untuk didengarkan. Ketika hal itu tidak didapatkan bisa jadi rasa trauma itu justru diturun temurunkan dalam keluarga itu,” tutue dia.

Ia berharap lewat pementasan itu, dapat menjadi doa agar setiap pemain, hingga penonton bisa mendapatkan kebahagiaan dalam keluarganya masing-masing.

Pimpinan produksi, Syakira Deliilah, mengatakan jika pertunjukan tersebut merupakan pentas produksi ke-enam Teater AS STAI Pati. Lewat pentas itu diharapkan menjadi ajang dalam mengasah ketrampilan yang selama ini telah mereka dapatkan.

“Bagaimana pun, pentas ini merupakan kerja kolektivitas. Baik tim produksi, aktor, musik, pencahayaan, artistik maupun berbagai bidang lainnya harus memili visi yang sama. Kami di teater tak hanya diajarkan persoalan berperan, namun rupanya banyak hal. Dari manajemen berorganisasi hingga berbagai ketrampilan maupun terpenting belajar akan saling menghargai,” terang dia.

Terlebih dalam pementasan ini mereka juga menggabungkan dengan konsep koreografi yang dimainkan oleh Elisa dan Andini nathania helsa.

Sementara itu dosen pembimbing Teater AS, Sofiah, mengapresiasi pertunjukan yang telah disajikan. Dia juga menaruh kebanggaan lantaran karya itu berasal dari naskah yang ditulis sendiri oleh anggota Teater AS STAI Pati, yakni Sinta Nur Hidayati.

“Kami berharap akan muncul karya – karya lain kedepannya. Tak terkecuali untuk naskah dan karya sastra lainnya,” ucap dia.

(*/wartaphoto)

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close