
WARTAPHOTO.NET. PATI – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah desa terendam banjir. Di antaranya, Desa Mojoluhur dan Desa Sumberan Kecamatan Jaken, dan Desa Ketitangwetan serta Raci Kecamatan Batangan.
Kepala Pelaksana BPBD Pati, Martinus Budi Prasetya menyampaikan, wilayah Desa Sumberan dan Mojoluhur tergenang banjir usai hujan lebat pada Kamis (23/10/2025) sore. Hujan deras itu mengakibatkan debit air sungai meluber ke dua desa tersebut.
Ia menyebut, di Desa Sumberan, ada 17 rumah di RT 05 RW 01 yang terdampak.
“Ketinggian air di area jalan sekitar 10-30 sentimeter dan berangsur surut. Jumlah rumah terdampak 17 rumah, delapan rumah kemasukan air dan tidak meninggalkan material lumpur,” ungkap dia.
Adapun itu di Desa Mojoluhur, sebanyak 19 rumah di RT 3 RW 03 terdampak.
“Ketinggian air 10-50 sentimeter di area permukiman dan jalan desa, ini diakibatkan limpasan sungai kiriman dari Desa Sumberan. Rumah terdampak 19, dan empat rumah kemasukan air,” jelas Martinus.
Sementara itu, banjir juga menggenangi Desa Ketitangwetan dan Raci, Kecamatan Batangan.
Berdasarkan keterangan tertulis Camat Batangan, Sujono, banjir di desa tersebut terjadi pada Kamis (23/10/2025) malam. Banjir itu diakibatkan tanggul jebol di dua lokasi.
“Tanggul jebol di Desa Ketitangwetan turut aliran sungai Widodaren sepanjang kurang lebih delapan meter. Kemudian pada Jumat (24/10/2025) sekira pukul 03.00 WIB tanggul di Desa Ngening turut aliran Sungai Widodaren juga jebol sepanjang kurang lebih enam meter,” ungkap dia.
Adapun dampak tanggul jebol di Desa Ketitangwetan mengakibatkan terjadinya banjir di Desa Raci yang meliputi wilayah RT 2 RW 2, RT 3 RW 2, RT 4 RW 2, RT 2 RW 1, RT 3 RW 1, RT 4 RW 1, serta RT 5 RW 1.
“Ketinggian air di lingkungan permukiman antar 20 – 40 sentimeter. Kondisi saat ini air sudah mulai surut,” jelas Sujono.
Adapun dampak tanggul jebol di Desa Ngening, lanjut dia, mengakibatkan banjir di areal persawahan dan sebagian permukiman warga Desa Ketitangwetan.
Kondisi saat ini air sudah mulai surut.
“Luapan air sungai di Ketitangwetan juga mengakibatkan limpasan air di Jalan Pantura sekitar jam 22.30 WIB,” tandas dia.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad