16
September
2026
Rabu - : WIB

Industri Garam Pati Menguat, Target Swasembada Garam Semakin Dekat

wartaphoto net
2025/11/14 pada Atrium Foto, Muria Raya

WARTAPHOTO.net. Pati — Upaya Indonesia memperkuat ketahanan pangan nasional semakin ditegaskan melalui pemanfaatan potensi kelautan (pangan biru). Salah satu sektor yang menjadi perhatian ialah industri pengolahan garam. Salah satu pabrik garam konsumsi dan industri Garam Nasional berkapasitas produksi besar adalah pabrik garam nasional yang berlokasi di Desa Gajahkumpul, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

Pabrik ini setiap hari memproduksi garam berkualitas premium melalui teknologi modern dan proses higienis. Produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu nasional, dengan kadar NaCl minimal 97 persen dan kadar air 0,5 persen. Selain memasok kebutuhan garam konsumsi, pabrik ini juga memproduksi garam industri untuk memenuhi permintaan sektor pakan ternak, kosmetik, farmasi, dan tekstil . Produknya adalah garam halus dan bricket (garam batangan).

“Untuk kapasitas produksi kami di Garam Nasional per hari kurang lebih 2,5 ton. Total per bulan kisaran 55 ton,” ujar H. Sutopo, Pemilik Garam Nasional.

Disebutkannya, harga garam saat ini lumayan kompetitif, mencapai  2.600 rupiah perkilogram untuk kualitas premium.

“Saat ini kami menyuplai kebutuhan garam di daerah sekitar seperti Pati, Blora dan Rembang. Kami ingin menjadikan garam Indonesia sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Kami ingin garam lokal menjadi pilihan utama industri dan rumah tangga,” imbuhnya.

Pewarta foto wartaphoto.net Rif’an Zaenal, mengabadikan proses produksi di Pabrik Garam Nasional, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati.

Garam briket sedang di oven. Foto: Rif’an Zaenal

Garam konsumsi dicetak menggunakan alat agar menjadi briket. Foto: Rif’an Zaenal

Pekerja menata briket garam setelah melewati mesin pres. Foto: Rif’an Zaenal

Ibu-ibu memproduksi garam halus. Foto: Rif’an Zaenal

Dorong Swasembada Garam Nasional

Swasembada garam menjadi bagian penting dari strategi pangan biru nasional. Melalui Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025, pemerintah mendorong kemandirian pasokan garam dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor.

Data nasional menunjukkan kebutuhan garam Indonesia mencapai 4,9 juta ton per tahun, sementara produksi baru sekitar 2,04 juta ton. Kekurangan pasokan inilah yang coba dijembatani melalui penguatan produsen lokal, termasuk pabrik Garam Nasional di Pati yang mampu menyerap hingga 30.000 ton garam petambak lokal setiap tahun.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyebut Kabupaten Pati sebagai daerah penghasil garam terbesar kedua di Indonesia setelah Madura. Produksinya mencapai 150.000 ton per tahun. Namun sebagian besar garam rakyat masih belum memenuhi standar industri sehingga perlu diolah kembali melalui fasilitas pengolahan modern.

“Garam industri sangat dibutuhkan banyak sektor, seperti pakan ternak, kosmetik, farmasi, dan tekstil. Karena itu, peningkatan kualitas garam rakyat melalui pengolahan pabrik menjadi sangat penting,” kata Sumarno.

Berikut foto-foto produksi garam industri yang diabadikan pewarta foto wartaphoto.net, Rif’an Zaenal.

Pekerja memasukkan garam industri ke mesin oven raksasa. Foto: Rif’an Zaenal

Mesin oven raksana dengan api yang menyembur di bagian tengahnya. Foto: Rif’an Zaenal

Pekerja menata garam industri dalam paket sak karung. Foto: Rif’an Zaenal

Bupati Pati, Sudewo berharap pengembangan industri dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memenuhi kebutuhan garam industri nasional. Menurutnya, dalam enam bulan musim panas produksi garam lokal bisa mencapai 130 ton dengan kadar NaCl sekitar 94 persen.

Sejak beroperasi, pabrik Garam Nasional tidak hanya menyerap ratusan tenaga kerja dari wilayah Batangan dan Juwana, tetapi juga membantu petani garam meningkatkan kualitas produksi melalui pendampingan teknologi. Hilirisasi ini dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat ekosistem maritim Pati.

Dengan dukungan pemerintah daerah serta kemitraan antara industri dan masyarakat, Pati kini mulai menegaskan posisinya sebagai salah satu sentra penting penghasil garam nasional. Hadirnya industri pengolahan seperti Garam Nasional menjadi bukti bahwa sumber daya lokal dapat mendorong kemandirian ekonomi, sekaligus memperkuat program swasembada garam dan pangan biru Indonesia.

 

Reporter: Rif’an Zaenal

Foto: Rif’an Zaenal

Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close