
WARTAPHOTO.NET. PATI — Deru mesin kendaraan yang melintas di jalanan Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, sore itu seolah luruh saat memasuki gerbang Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) Darul Hadlonah. Di dalam bangunan tersebut, riuh rendah suara anak-anak terdengar saling bersahutan. Mereka adalah bagian dari 57 santri yang saat ini menimba ilmu dan menggantungkan asa di sana.
Di salah satu sudut ruangan, Ahmad Reza Maulal Haq (20) tampak sibuk merapikan beberapa berkas. Santri yang juga mengabdi sebagai staf tata usaha di Darul Hadlonah ini memandang lekat-lekat wajah adik-adik asuhnya. Rata-rata dari mereka adalah santri usia remaja yang sebagian besar menempuh pendidikan formal.
Bagi Reza dan pengurus panti, mengelola kebutuhan puluhan anak tentu bukan perkara mudah. Namun, secercah kebahagiaan hadir tepat di momentum menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Rabu (24/6/2026). Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Pati datang membawa angin segar lewat aksi sosial bertajuk santunan dan pengajian bersama, Rabu (24/6/2026).
Sebanyak 22 santri yatim dan dhuafa terpilih menjadi penerima manfaat langsung hari itu. Paket sembako serta amplop santunan diserahkan langsung oleh jajaran pegawai BRI. Bagi orang luar, sebuah amplop mungkin dinilai biasa, namun bagi anak-anak di Darul Hadlonah, itu adalah penyambung asa.
”Kami sangat bersyukur sudah diberikan santunan ini. Kalau penerima santunan rata-rata anak usia 12 -15 tahun,” ujar dia saat ditemui Wartaphoto di Darul Hadlonah, Kamis (25/6/2026).

Santri Darul Hadlonah, Ahmad Reza Maulal Haq, saat memberikan keterangan kepada Wartaphoto. (Foto: Angga/WP)
Ia menambahkan bahwa bantuan dana yang diterima tidak akan mengendap sia-sia. “Uangnya dipakai untuk memenuhi kebutuhan operasional santri. Mulai dari tambahan uang saku sehari-hari hingga membeli alat tulis baru untuk sekolah mereka,” ucap dia.
Pengasuh Panti Asuhan Darul Hadlonah, R. Andi Irawan dan Siti Asiyah, turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kepekaan sosial yang ditunjukkan oleh BRI BO Pati. Menurut mereka, perhatian seperti ini merupakan suntikan moral yang luar biasa bagi anak-anak agar tetap semangat belajar.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada anak-anak kami. Semoga kebaikan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh pihak,” ujar Andi.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu pun kian khidmat saat KH Mohammad Imam Al-Mukromin, Al Hafidz, naik ke mimbar. Dalam tausiyahnya, sang kiai mengingatkan bahwa esensi dari Tahun Baru Islam adalah hijrah ialah berpindah menuju kualitas keimanan yang lebih baik dan memperkuat empati kepada sesama.

Puluhan santri Darul Hadlonah yang diberi santunan oleh BRI BO Pati. (Foto: Dokumen BRI Pati for WP)
Esensi spiritual inilah yang coba diwujudnyatakan oleh BRI. Branch Office Head BRI BO Pati, Yuswandita Toesa Febrianto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan komitmen nyata perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.
”Peringatan Tahun Baru Islam adalah kesempatan terbaik untuk memperkuat rasa empati. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat berbagi kebahagiaan dengan adik-adik santri sekaligus mempererat hubungan harmonis antara BRI dan masyarakat,” tutur Yuswandita.
Sore itu, PSAA Darul Hadlonah tidak hanya menerima bantuan fisik. Lebih dari itu, mereka menerima suntikan harapan. Ketika acara santunan usai, para santri kembali ke kamar mereka dengan senyum yang lebih lebar, siap menyambut tahun baru dengan keyakinan bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Reporter: Angga Saputra
Editor: Revan Zaen