16
September
2026
Rabu - : WIB

Mimosa, Ancaman Serius bagi Nelayan dan Ekosistem Waduk Gunung Rowo Gembong Pati

wartaphoto
2025/11/21 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Mimosa, tanaman air berduri yang tumbuh liar di Waduk Gunung Rowo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, menjadi ancaman serius bagi para nelayan dan ekosistem waduk. Tanaman ini tidak hanya menghambat penangkapan ikan, tapi juga merusak alat tangkap dan mengancam kualitas air.

“Saat nelayan mau mengambil ikan, tanaman ini mempersulit dan bisa merusak alat tangkap. Pembusukan batangnya juga mencemari air dan mempengaruhi ekosistem waduk,” kata Sekretaris KUB Mina Gunung Rawa Indah, Toni Widya P, Jumat (21/11/2025).

Toni menyebut, di Waduk Gunung Rowo terdapat 90 nelayan, 50 di antaranya merupakan anggota KUB Mina Gunung Rawa Indah. Menueutnya, para nelayan merasa terganggu dengan adanya tanaman ini. Sehingga mereka kerap melakukan pembersihan secara mandiri, meskipun tanaman ini tergolong sulit dikendalikan.

“Musim hujan tumbuh, musim kemarau juga tumbuh. Benihnya menyebar cepat dan sulit dibasmi,” jelas dia.

Untuk menjaga kelestarian waduk, lanjut dia, KUB juga telah menetapkan aturan bahwa alat tangkap yang diperbolehkan hanyalah jala tebar.

Melihat kondisi ini, Satuan Polairud Polresta Pati bersama masyarakat dan KUB menggelar aksi bersih-bersih mimosa di area rawa Waduk Gunung Rowo, Jumat (21/11/2025). Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-75 Polairud.

Kasat Polairud Polresta Pati, Kompol Hendrik Irawan mengungkapkan, pihaknya hadir bukan hanya untuk membantu membersihkan mimosa, tetapi juga untuk menunjukkan komitmen dalam menjaga waduk sebagai wilayah perairan yang berada dalam pengawasan Polairud.

“Kami melaksanakan bakti sosial bersama masyarakat. Batang-batang mimosa kita angkut, kita kumpulkan, dan akan kita bakar di lokasi agar tidak menyebar lagi,” terang dia.

Ia menjelaskan, bahwa aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen Polairud pada kegiatan “Ngobrol Kemaritiman” beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, Polairud menegaskan bahwa Waduk Gunung Rowo tetap berada dalam area tanggung jawab pengawasan mereka.

Selain persoalan mimosa, Polairud juga fokus menertibkan praktik penangkapan ikan ilegal yang sebelumnya muncul di kawasan waduk.

“Kami sudah mengeluarkan surat imbauan agar tidak ada lagi penangkapan ikan dengan alat setrum. Alhamdulillah sekarang sudah bersih, tidak ada yang menggunakan alat terlarang lagi,” ucap dia.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close