16
September
2026
Rabu - : WIB

Lahan Pertanian Jagung di Wukirsari Tambakromo Diserang Hama Tikus, Pemerintah Terjunkan Bantuan Umpan dan Fumigasi

wartaphoto
2026/01/07 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Keluhan petani di Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati terkait serangan hama tikus akhirnya mendapat respons. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengendalian guna menyelamatkan lahan pertanian warga.

​Aksi nyata ini terlihat pada Selasa (6/1/2026) di Dukuh Gares, Desa Wukirsari. Tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Jateng bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), TNI, Polri, serta warga setempat bahu-membahu melakukan aksi fumigasi atau pengemposan asap beracun ke lubang-lubang tikus. Tidak hanya itu, petugas juga menyebar umpan beracun di titik-titik strategis.

​Kepala Desa Wukirsari, Sulistiono, menyampaikan rasa syukur atas bantuan dari berbagai lini pemerintahan tersebut. Menurutnya, serangan tahun ini jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah ini dibantu dari pusat, provinsi, dan kabupaten untuk mengendalikan tikus,” ujar dia.

​Dampak serangan tikus ini tidak main-main. Lahan jagung seluas 450 hektare di kawasan hutan dan 250 hektare lahan desa terdampak parah hingga gagal panen. Hal ini memaksa sebagian warga untuk merantau demi mencari nafkah alternatif.

​Secara materiil, kerugian petani ditaksir sangat besar. “Biaya operasional per hektare lahan bisa mencapai Rp10 juta. Tinggal dikalikan berapa hektare tersebut,” ucap dia.

Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Dinas Pertanian dan Perkebunan (POPT), Tanto Harto, mengatakan bahwa persoalan hama tikus mengalami peningkatan sejak tahun 2025 lalu. Tak hanya di Pati, peningkatan tercatat ada di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

“Hama tikus dipicu karena terjadi perubahan ekosistem,” ungkap dia.

Menurutnya, ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk penanganan hama tikus. Salah satunya, seperti penanganan yang harus dilakukan bersama-sama.

“Kemudian perlu ada kombinasi, seperti pengemposan, pemasangan umpan, hingga pemanfaatan predator burung hantu. Kemudian penanganan harus dilakukan berkelanjutan tak bisa sekali,” beber dia.

Dalam penanganan itu, dia menyebut Dinas Pertanian Kabupaten Pati membantu sebanyak 200 kilo umpan, sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 200 kilogram umpan dan emposan sebanyak 1500 batang.

“Nanti akan tetap dilakukan evaluasi. Kami juga telah menyiapkan bahan pengendali di balai desa,” tutup dia.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close