
WARTAPHOTO.NET. PATI – Banjir bandang yang melanda Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jumat (9/1/2026) malam, membawa luka yang mendalam bagi Juharti (46). Bagaimana tidak, rumah beserta tempat usahanya kini rusak parah.
Juharti memiliki pabrik kerupuk yang ia dirikan sejak 2014 silam. Namun kini, tempat usahanya yang sudah berdiri sepuluh tahun lebih dindingnya jebol diterjang banjir.
Matanya memerah usai menangis semalaman. Kini yang tersisa hanyalah kerusakan alat-alat produksi dan ribuan keping kerupuk siap kirim yang kotor terkena lumpur dan puing-puing.
Ia pun masih teringat jelas, detik-detik banjir bandang yang menghanyutkan tempah usahanya. Suara air bergemuruh menerjang rumahnya yang berada persis di samping tanggul.
”Banjir bandang datang tiba-tiba sekitar pukul 9 malam. Suaranya keras menghantam tembok belakang rumah,” kata dia, Sabtu (10/1/2026).
Saat mengetahui tanggul jebol, ia bersama Suami dan anak lelakinya buru-buru menyelamatkan diri ke lokasi yang lebih aman.
”Ini saya belum tidur sejak semalam karena takut akan ada banjir susulan,” jelas dia sambil menahan tangis.
Di tengah musibah itu, Juharti teringat cicilan bank yang belum lunas, tujuh pekerja yang menggantungkan hidup padanya.
”Semua tak bersisa. Perabotan rumah, peralatan membuat kerupuk rusak, kerupuk siap kirim hanyut. Kerugian kira-kira mencapai seratusan juta,” tutur dia.
Baginya, kenyataan ini begitu pahit. Apalagi dirinya baru tiga tahun lalu bersusah payah mengganti mesin-mesin produksinya yang rusak akibat kejadian serupa.
”Dulu kondisinya lebih parah. Kerugian mencapai Rp200 juta. Saya mencoba bangkit dengan utang bank Rp115 juta,” ungkap Juharti.
Dadanya begitu sesak karena sehari sebelum kejadian, dirinya baru mendatangkan lima ton tepung tapioka dari Lampung. Biaya modal yang ia keluarkan mencapai Rp40 juta.
Saat ini dirinya belum tahu caranya bangkit kembali. Juharti hanya bisa pasrah dan berharap ada bantuan untuk memulihkan kondisi.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad.