
WARTAPHOTO.NET. PATI – Banjir di Kabupaten Pati kembali meningkat setelah sempat menunjukkan tanda-tanda surut. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati, sebanyak 50 desa di tujuh kecamatan kini kembali terendam air akibat kiriman dari wilayah hulu.
Kecamatan Gabus menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 13 desa tergenang, disusul Juwana (9 desa), Jakenan (8 desa), Pati (7 desa), Kayen (5 desa), dan Sukolilo (3 desa).
Akibat banjir ini, kurang lebih ada 3.650 rumah warga yang dihuni 4.606 KK dan 12581 jiwa yang terdampak. Dari jumlah itu, ada 447 kartu keluarga atau 1096 jiwa yang mengungsi. Pengungsian tersebar di tempat umum dan di tempat saudara atau kerabat yang tidak terdampak banjir.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Pati, mengatakan bahwa pihaknya tak hanya mencatat wilayah permukiman warga terdampak. Melainkan juga area sawah maupun tambak yang terdampak banjir.
Dari puluhan desa itu, sawah yang terendam banjir kurang lebih seluas 4475 hektar. Sementara untuk lahan tambak ada seluas kurang lebih 872 hektar.
“Banjir saat ini masih di wilayah tujuh kecamatan yang terdampak. Kemudian 50 desa yang masih ada genangan. Genangan itu ada wilayah permukiman, genangan yang ada area sawah maupun di area tambak kita catat sebagai dampak banjir ini,” keta dia.
Ia menyebut banjir sebelumnya sempat menunjukkan mulai surut. Namun genangan air kembali meninggi setelah hujan mengguyur kawasan hulu, baik itu Pegunungan Kendeng maupun Muria.
Genangan banjir yang kembali meninggi utamanya di desa yang lokasinya berada aliran sungai Silugonggo. Mengingat aliran sungai tersebut tak lagi kuat menampung air kiriman dari hulu.
“Semalam hujan tidak deras di Pati, barangkali deras di Muria Timur dan Kendeng. Tinggi muka air Silugonggo Juwana terdampak, beberapa desa yang kemarin sempat surut, seperti di Mintobasuki, Ngastorejo, wilayah Jakenan dan Juwana sendiri, Kendungpancing, dan Tluwah akhirnya infonya naik lagi. Ada yang selutut,” tandas dia.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad