16
September
2026
Rabu - : WIB

Wujudkan Kampus Ramah Gender, STAI Pati Gandeng RAHIMA Susun SOP Penanganan Kekerasan Seksual

wartaphoto
2026/02/15 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pati mengambil langkah konkret dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman dan bermartabat. Bekerja sama dengan lembaga RAHIMA Jakarta, STAI Pati menggelar Workshop Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Ruang Rapat Gedung A, Sabtu (14/2/2026).

​Langkah ini merupakan respons sekaligus bentuk kepatuhan terhadap PMA No. 73 Tahun 2022 dan Keputusan Dirjen Pendis No. 1143, yang mengamanatkan setiap Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) untuk memiliki instrumen perlindungan terhadap kekerasan seksual.

​Workshop yang dihadiri oleh 20 delegasi lintas struktural mulai dari pimpinan hingga tenaga kependidikan ini tidak hanya fokus pada dokumen legal. Peserta diajak mendalami akar masalah melalui metode Values Clarification for Action and Transformation (VCAT).

​Metode ini bertujuan menyamakan persepsi peserta mengenai ​Dmdefinisi dan ragam bentuk kekerasan seksual, analisis hambatan mengapa korban seringkali enggan melapor, serta perspektif Islam yang berkeadilan dan rahmatan lil ‘alamin sebagai landasan etik perlindungan manusia.

​Dalam sesi teknis, para peserta dibagi ke dalam kelompok kerja untuk merumuskan draf SOP yang terdiri dari tujuh bab utama. Poin-poin krusial yang dibahas meliputi pembentukan Satgas PPKS, mekanisme pengaduan yang berpihak pada korban, hingga standar pencegahan melalui integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

​Direktur Rahima, Pera Soparianti, menekankan bahwa dokumen ini adalah “nyawa” bagi keadilan di kampus.

​”SOP ini bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan instrumen untuk memastikan akuntabilitas lembaga dan menjamin akses keadilan bagi korban,” tegas dia.

​Ketua STAI Pati, Abd Azis, memastikan bahwa draf yang dihasilkan tidak akan berakhir di laci meja, melainkan segera diformalkan menjadi kebijakan resmi. Ia menargetkan STAI Pati menjadi kampus yang kredibel, inklusif, dan memiliki sistem pengaduan yang terpercaya.

​”Kami ingin mewujudkan ekosistem kampus yang aman. Tidak ada toleransi bagi kekerasan seksual dalam bentuk apa pun di STAI Pati,” ucap dia.

Repoter : Putra
Editor : A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close