16
September
2026
Rabu - : WIB

Jeritan Perajin Tahu Pati: Harga Kedelai Naik, Keuntungan Terkikis

wartaphoto
2026/04/07 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET PATI – Harga kedelai kembali naik, membuat perajin tahu dan tempe di Desa Wedarijaksa, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati mengeluhkan penurunan keuntungan. Harga kedelai yang sebelumnya sekitar Rp9.000 per kilo di masa puasa, kini sudah menyentuh Rp10.600, bahkan hampir Rp11.000.

“Total kenaikannya sekitar Rp1.600 sampai Rp1.700 per kilo,” kata Diyon, salah satu perajin tahu, Selasa (7/4/2026).

Diyon menyebutkan bahwa faktor utama kenaikan harga kedelai adalah harga kedelai dunia yang naik, serta kendala konflik atau perang antara Amerika, Israel, dan Iran.

“Iya, karena kedelai saat ini kebanyakan impor dari Brasil, Argentina, dan negara-negara Amerika Latin lainnya,” tambahnya.

Dampak kenaikan harga kedelai ini membuat keuntungan perajin tahu dan tempe menipis.

“Dampaknya untuk saat ini mungkin (ke pelanggan) belum terlalu terasa, Karena kalau kami mau menaikkan harga jual, kami takut nanti pelanggan malah lari. Mungkin dampak yang paling terasa itu ke hasil penjualan kami, keuntungannya jadi berkurang atau menipis,” jelasnya.

Perajin tahu dan tempe berharap pemerintah segera menstabilkan harga kedelai agar mereka bisa mendapatkan keuntungan seperti biasanya.

“Harapannya kepada pemerintah, mohon segera stabilkan harga kedelai ini. Agar kami para perajin tahu maupun tempe bisa mendapatkan keuntungan seperti biasanya, sehingga bisa meningkatkan taraf ekonomi keluarga,” harap Diyon.

Diyon juga menyebutkan bahwa harga normal yang diinginkan perajin adalah di angka Rp9.000-an. “Bagi perajin, kalau harga stabil di Rp9.000 itu alhamdulillah kami bisa punya keuntungan dan tabungan,” tandasnya.

Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close