16
September
2026
Rabu - : WIB

Sri Wulan Tinjau Perbaikan Tanggul Sungai Tuntang di Grobogan dalam Kunspek Bencana Tahap ke-1 Pastikan Progres 70 Persen

wartaphoto net
2026/03/07 pada Parlemen

WARTAPHOTO.net. GROBOGAN — Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai NasDem, Hj. Sri Wulan,S.E.,M.M., melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik Bencana Tahap ke-1 pada masa reses Masa Persidangan III Tahun 2026 di Kabupaten Grobogan, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut difokuskan pada peninjauan langsung lokasi perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang sempat jebol di dua titik.

Kunjungan berlangsung pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB, dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Tengah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Grobogan. Lokasi peninjauan berada di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan—wilayah yang terdampak langsung akibat ambrolnya tanggul Sungai Tuntang.

Dalam agenda tersebut, Sri Wulan memastikan progres pengerjaan fisik penebalan tanggul yang telah mencapai sekitar 70 persen. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap kualitas konstruksi agar tanggul yang diperbaiki benar-benar mampu menahan debit air saat intensitas hujan tinggi.

“Progresnya sudah sekitar 70 persen. Ini perlu kita cek langsung agar pengerjaan sesuai spesifikasi teknis dan benar-benar memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat,” ujar Sri Wulan di sela peninjauan.

Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III yang meliputi Pati, Rembang, Grobogan, dan Blora, Sri Wulan menyatakan bahwa kehadirannya merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan penanganan bencana berjalan optimal dan tepat sasaran.

Ia juga menyoroti persoalan tata kelola bantaran sungai yang dinilai turut berkontribusi terhadap meluapnya air hingga menyebabkan tanggul jebol. Menurutnya, kondisi bantaran yang tidak tertata dengan baik dapat menghambat aliran air kembali ke badan sungai.

“Bantaran sungai sebenarnya cukup luas, tetapi di dalamnya ditanami tanaman keras yang justru memperlambat aliran air kembali ke sungai. Hal ini menjadi salah satu pemicu luapan hingga menyebabkan tanggul jebol,” tegasnya.

Sri Wulan mendorong agar ke depan dilakukan penataan ulang bantaran sungai secara komprehensif, termasuk penertiban vegetasi yang berpotensi mengganggu fungsi hidrologis sungai. Ia juga meminta sinergi antara pemerintah daerah, balai pengelola sungai, serta instansi terkait untuk menyusun langkah mitigasi jangka panjang.

Kunjungan kerja spesifik ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik pembangunan, tetapi juga pada strategi pencegahan bencana berbasis tata ruang dan lingkungan. Sri Wulan menilai bahwa penanganan bencana tidak boleh bersifat reaktif semata, melainkan harus dibarengi perencanaan yang berkelanjutan.

Reporter: Revan

Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close