
WARTAPHOTO.NET. PATI – Memasuki awal tahun 2026, masyarakat Kabupaten Pati diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan penyakit Chikungunya. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati melaporkan sebanyak 20 warga di sejumlah wilayah Bumi Mina Tani terkonfirmasi positif penyakit tersebut.
Data yang dihimpun menunjukkan sebaran kasus merata di empat kecamatan, yakni Kecamatan Jaken, Tayu, Wedarijaksa, dan Margorejo, di mana masing-masing wilayah mencatatkan 5 kasus.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Salis Diah Rahmawati, mengungkapkan bahwa puluhan pasien tersebut berasal dari berbagai rentang usia.
”Ada 20 yang positif chikungunya. Itu mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orang tua,” jelas Salis saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Menurut Salis, tren kenaikan kasus ini dipicu oleh faktor cuaca. Musim hujan dan masa pancaroba menjadi waktu bagi nyamuk pembawa virus Chikungunya untuk berkembang biak.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinkes Pati menekankan bahwa tindakan preventif jauh lebih utama dibandingkan pengobatan. Pihaknya mendorong masyarakat untuk secara mandiri melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan rumah masing-masing.
Cara ini dinilai ampuh untuk membersihkan jentik nyamuk di dalam maupun luar rumah, sehingga dapat mengantisipasi penyakit chikungunya ataupun penyakit lain karena gigitan nyamuk.
“Serta bisa dilakukan dengan pembabatan tumbuhan tumbuhan yang sudah tinggi di sekitar rumah. Untuk pencegahan DBD atau chikungunya tidak perlu dengan fogging cukup dengan PSN,” tandas dia.
Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad
Foto: Ilustrasi dibuat menggunakan kecerdasan buatan