
WARTAPHOTO.NET. PATI – Asa para pedagang di Alun-alun Kembangjoyo, Kelurahan Kalidoro, Pati, perlahan mulai meredup. Alih-alih menjadi pusat ekonomi baru yang menjanjikan, kawasan yang sempat menjadi primadona ini kini kondisinya semakin memprihatinkan dan sepi pengunjung.
Minimnya perhatian dan pengelolaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dituding menjadi biang keladi terbengkalainya fasilitas publik tersebut. Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun Kembang Joyo, Tukul, menyebut drainase dan penerangan menjadi permasalahan.
Jika malam tiba, wajah Alun-alun Kembang Joyo tampak gelap. Penerangan yang ada dianggap tidak memadai untuk kawasan seluas itu. Belum lagi urusan drainase yang dianggap membuat air hujan tertahan dan menciptakan genangan di beberapa titik.
“Saya kira kalau malam penerangan masih agak kurang, karena gelap. Lokasinya sebesar ini untuk drainase kurang, tidak ada malahan sehingga air menggenang,” jelas dia, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, kondisi lokasi yang becek dan sirkulasi air yang kurang memadai inilah yang membuat warga enggan berkunjung.
“Kalau memang seperti cuaca hujan itu rekan-rekan banyak yang enggan (berkunjung) karena apa?, kondisi lapangan atau lokasi ini banyak tergenang air. Jadi mohon maaf pengunjung agak ogah untuk datang ke sini,” terang dia.
Sementara itu jumlah pedagang turun drastis. Dari awal peresmian yang mencapai 490 pedagang, kini hanya tersisa sekitar 25 orang yang masih membuka lapaknya.
Tukul menilai, langkah Pemkab Pati dalam menata PKL ke Alun-alun Kembangjoyo sebenarnya sudah baik secara konsep. Namun, ia menyayangkan tidak adanya perawatan rutin.
Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad