16
September
2026
Rabu - : WIB

Jebakan Tikus Listrik di Pati Kembali Telan Korban, Dispertan: Melanggar Hukum dan Berbahaya

wartaphoto
2026/04/29 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Tragedi akibat jebakan tikus listrik kembali terjadi di Kabupaten Pati. Jumat (24/6/2026), seorang warga Desa Tawangharjo, Kecamatan Wedarijaksa, dilaporkan tewas tersengat aliran listrik yang dipasang di area persawahan.

Kasus ini menambah daftar panjang korban jebakan tikus listrik sekaligus menegaskan bahaya dan pelanggaran hukum dari metode pengendalian hama tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, menegaskan bahwa praktik jebakan tikus listrik tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga melanggar aturan.

“Melanggar KUHP jika sampai mengakibatkan korban jiwa. Selain itu juga bertentangan dengan UU Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan,” kata Ratri, Selasa (28/4/2026).

Meski begitu, Dispertan Pati tidak memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi langsung. Peran dinas lebih pada edukasi dan imbauan agar petani meninggalkan cara berbahaya itu.

Ratri menegaskan, pihaknya sama sekali tidak merekomendasikan listrik untuk mengendalikan hama tikus. Masih banyak metode lain yang lebih aman, efektif, dan ramah lingkungan.

Beberapa langkah yang disarankan di antaranya: membersihkan gulma di pematang yang jadi sarang tikus, menerapkan tanam serempak maksimal selang 10 hari untuk memutus siklus perkembangbiakan, serta memanfaatkan predator alami seperti burung hantu tyto alba, kucing, anjing, dan ular.

Pengendalian massal lewat gropyokan bersama juga dinilai efektif jika dilakukan terkoordinasi. Penggunaan racun tikus pun boleh, asalkan sesuai dosis dan arahan petugas penyuluh pertanian.

“Pengendalian hama harus kolektif dan terkoordinasi. Jangan sampai niat melindungi tanaman justru merenggut nyawa,” tegas Ratri.

Kasus yang terus berulang ini menjadi peringatan keras. Jebakan listrik bukan hanya membahayakan manusia, tetapi juga membawa konsekuensi hukum serius. Pemerintah berharap petani lebih bijak memilih cara pengendalian hama demi keselamatan bersama.

Reporter: Dimas

Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close