16
September
2026
Rabu - : WIB

Jelang May Day, Sopir Truk di Pati Beri Peringatan Keras Terkait Fasilitas Pangkalan

wartaphoto
2026/04/29 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Kabupaten Pati mendesak kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati terkait pembangunan pangkalan truk. Peringatan ini disampaikan sebagai momentum menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day.

​Badan Otonom (Banom) NU yang menaungi Paguyuban Sopir Pati (PSP) tersebut mengancam akan memarkirkan sejumlah truk tronton di depan Kantor Bupati jika tuntutan mereka terus diabaikan.

​Ketua DPC Sarbumusi Pati, Husaini, mengungkapkan bahwa usulan pembangunan pangkalan truk telah diajukan kepada Pemkab maupun DPRD Pati sejak tahun 2021. Namun, hingga kini pihak berwenang dinilai hanya memberikan janji manis tanpa realisasi nyata.

​”Kami sudah berjuang bersama PSP sejak 2021. Setiap tahun kami datang ke DPRD dan Pendopo, tapi hanya dijanjikan dan dijanjikan terus,” ujar Husaini, Rabu (29/4/2026).

​Meski pada May Day tahun ini Sarbumusi dan PSP memilih untuk tidak turun ke jalan, Husaini menegaskan bahwa kesabaran para sopir memiliki batas. Jika Pemkab kembali hanya memberikan jawaban normatif, maka aksi tidak terhindarkan.

​”Jangan salahkan para sopir jika suatu saat puluhan hingga ratusan tronton parkir memenuhi Alun-Alun Pati. Ini peringatan jika usulan kami terus-terusan hanya dijawab ‘iya’ tapi selalu ‘disemayani‘ (ditunda),” tegas dia.

​Husaini menjelaskan bahwa urgensi fasilitas ini sangat tinggi mengingat hampir seluruh kabupaten di jalur Pantura Jawa Tengah telah memiliki pangkalan truk, kecuali Pati. Padahal, potensi dan jumlah sopir asli daerah sangat besar.

Adapun jumlah anggota PSP, mendekati 400 orang. Itu by name by address warga Pati.

​Sarbumusi juga mengkritik kebijakan Pemkab Pati yang dinilai kurang berpihak pada rakyat kecil (wong cilik). Husaini menilai pembangunan infrastruktur saat ini lebih berorientasi pada estetika kota ketimbang fasilitas penunjang ekonomi bagi para pekerja transportasi.

​”Katanya ingin berubah dari Bumi Mina Tani menuju sentra industri, tapi yang diperbaiki justru Pendopo, Alun-alun, trotoar kota, GOR. Itu bangunan yang manfaatnya rendah bagi buruh. Pangkalan truk yang lebih mendesak justru diabaikan,” tandas dia.

Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close