
WARTAPHOTO.NET. PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Karmijan, menyoroti sejumlah tantangan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pati yang dinilai masih perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Menurutnya, Kabupaten Pati memiliki wilayah yang luas dengan karakteristik yang beragam, mulai dari kawasan pertanian, pesisir, industri kecil, hingga daerah rawan banjir dan kerusakan jalan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan pembangunan infrastruktur di tiap wilayah berbeda-beda.
“Kabupaten Pati memiliki karakteristik wilayah yang beragam, sehingga pembangunan infrastruktur juga harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah,” ujar Karmijan.
Ia menjelaskan, salah satu persoalan utama yang masih banyak dikeluhkan masyarakat adalah kerusakan jalan, terutama pada jalur penghubung antarkecamatan dan akses menuju sentra ekonomi rakyat.
Menurut dia, kondisi jalan yang rusak berdampak langsung terhadap distribusi hasil pertanian, mobilitas masyarakat, biaya logistik, hingga keselamatan pengguna jalan.
“Kerusakan jalan tentu berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga,” katanya.
Selain persoalan jalan, Karmijan juga menyoroti masalah drainase dan banjir yang masih terjadi di sejumlah wilayah saat musim hujan. Ia menyebut banjir musiman dipicu sedimentasi sungai serta sistem drainase yang belum optimal.
“Beberapa wilayah masih menghadapi banjir musiman akibat sedimentasi sungai dan drainase yang belum maksimal,” jelasnya.
Di sektor pertanian, ia menilai keberadaan infrastruktur irigasi menjadi kebutuhan vital bagi Kabupaten Pati yang dikenal sebagai daerah agraris. Menurutnya, jaringan irigasi yang baik sangat berpengaruh terhadap produktivitas pertanian masyarakat.
“Sebagai daerah agraris, jaringan irigasi harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan produktivitas pertanian,” ungkapnya.
Karmijan juga mengakui masih adanya aspirasi masyarakat terkait pemerataan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Karena itu, DPRD mendorong agar pembangunan infrastruktur dilakukan secara merata sehingga seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya.
“Pemerataan pembangunan harus menjadi perhatian agar tidak ada kesenjangan antara wilayah kota dan desa,” pungkasnya.