16
September
2026
Rabu - : WIB

Jampisawan Soroti Kebijakan Bendung Karet dalam Peringatan HUT ke-17

wartaphoto
2026/05/20 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. ​PATI – Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) memperingati hari lahirnya yang ke-17, Rabu (20/5/2026). Dalam momentum ini, organisasi yang bergerak di bidang lingkungan tersebut mengkritik keras sejumlah kebijakan di Sungai Juwana yang dinilai bermasalah.

​Juru bicara Jampisawan, Ari Subekti, mengatakan bahwa organisasi ini lahir pada 20 Mei 2009, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Kelahiran Jampisawan dipicu oleh keresahan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Silugonggo tersebut.

​”Pada ulang tahun ini, kami ingin sungai yang hidup. Lingkungan sungai yang rusak membuat pangan tercemar, masyarakat terganggu, dan memicu konflik sosial,” ujar Ari.

​Jampisawan menyoroti berbagai kebijakan di Sungai Juwana yang dinilai kontradiktif. Salah satu yang paling disorot adalah pembangunan Bendung Karet di Desa Bungasrejo, Kecamatan Juwana. Menurut Ari, pembangunan yang salah arah justru memicu dampak sosial baru.

​”Terkait bendung karet, ini merupakan suatu ironi. Pemerintah ingin menghadirkan solusi, tetapi malah menimbulkan masalah baru,” ucapnya.

​Ari memaparkan sejumlah dampak negatif yang dirasakan masyarakat sekitar akibat pembangunan Bendung Karet tersebut, antara lain nelayan kerap kesulitan untuk melaut hingga proyek ini dinilai mempercepat sedimentasi.

​”Pemerintah tidak pernah mensosialisasikan fungsi serta jadwal buka-tutup bendungan. Akibatnya, nelayan tidak bisa melaut, ikan sapu-sapu merajalela, dan upaya normalisasi menjadi sia-sia karena sedimentasi. Dalam dua tahun terakhir, pendangkalan bahkan jauh lebih parah dibanding sebelum dinormalisasi,” tegas Ari.

​Berkaca dari persoalan tersebut, Ari mendesak pemerintah untuk selalu melibatkan elemen masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan terkait Sungai Juwana. Langkah ini penting agar pemerintah memahami betul persoalan riil di lapangan.

​”Kami berharap proyek-proyek di sungai melibatkan partisipasi masyarakat sebelum pemerintah memutuskan sebuah kebijakan di Sungai Juwana,” tambahnya.

​Ke depan, Jampisawan berkomitmen untuk terus menyuarakan persoalan Sungai Juwana demi kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup warga sekitar.

​”Di ulang tahun ini, Jampisawan tetap fokus mengawal isu lingkungan Sungai Juwana. Sebab, sejauh ini kebijakan yang dibuat pemerintah dinilai belum ada yang benar-benar berpihak pada kelestarian Sungai Juwana maupun kesejahteraan masyarakat di sepanjang pinggiran sungai,” pungkasnya.

Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close