16
September
2026
Rabu - : WIB

Berkat KUR, Tukang Cukur di Pati Makin Mujur

wartaphoto
Sunaryo saat Memangkas Rambut Pelanggannya di Barber Miliknya yang Berada di Desa Margorejo, Wedarijaksa, Pati, Rabu (20/5/2026)

WARTAPHOTO.NET. PATI – Bagi sebagian siswa, rambut teman yang berantakan akibat terkena razia guru di sekolah mungkin akan jadi bahan tertawaan. Namun bagi Sunaryo (40), momen tersebut justru menjadi pemantik awal garis takdirnya. Siapa sangka, berawal dari keisengannya merapikan rambut temannya yang terkena razia, kini dirinya sukses membangun bisnis barbershop yang mampu mengubah taraf hidupnya.

Langkah pria yang tinggal di Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati ini di dunia pangkas rambut tidak langsung berjalan mulus. Jiwanya baru benar-benar tergerak setelah melihat sebuah acara bertajuk The Cuts yang tayang di televisi nasional.

“Saat melihat tayangan itu, saya jadi yakin kalau dunia potong rambut bakal maju karena sudah masuk program TV,” kata Sunaryo kepada Wartaphoto, Rabu (20/5/2026).

Keyakinan itulah yang mendorongnya untuk fokus di dunia pangkas rambut. Pada 2016 Sunaryo mengambil kursus di Pati dan Semarang untuk memperdalam teknik memotongnya. Setelah itu, Naryo diberi saran oleh mentornya untuk mengikuti sebuah battle barbershop di Bekasi dan Jakarta.

Pengalaman itu makin membuka matanya tentang potensi dunia barbershop. Sepulang ke kampung halaman pada 2018, dia turut mendirikan sebuah komunitas bernama Sobat Barber (Solidaritas Barber Pati) yang dijadikan wadah bagi rekan seprofesinya. Saat itu, Naryo masih bekerja sebagai freelancer di beberapa barbershop di Pati.

Setahun kemudian, Sunaryo memberanikan diri menyewa sebuah ruko di Desa Margorejo, Kecamatan Wedarijaksa, untuk membuka barbershop yang diberi nama “Among Barbershop”. Untuk modal awal, dia mengambil pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp20 juta.

Kerja kerasnya berbuah manis. Hingga akhirnya kepercayaan bank meningkat dan dia diberi tambahan modal KUR sebesar Rp100 juta.

“Saya ambil KUR lagi untuk memperbaiki barbershop, supaya pelanggan nyaman. Selain itu dananya juga buat beli peralatan baru,” ucap dia.

Kini, ruko itu menjadi saksi bisu kesibukan Sunaryo dari pagi hingga malam hari. Dalam sehari, ia melayani 10 sampai 15 pelanggan. Tarifnya, Rp25 ribu per kepala. Untuk menambah pendapatan, ia juga berjualan produk perawatan pria seperti vitamin dan minyak rambut.

Tentu saja, usaha tidak hanya bicara soal pemasukan, melainkan juga pengeluaran. Sunaryo harus cermat mengelola operasional bulanan untuk membayar tagihan wifi, token listrik, PDAM, jasa kebersihan, dan menabung untuk membayar sewa ruko.

Di sinilah BRI berperan lebih dari sekadar akses permodalan. Lewat aplikasi BRImo, segala transaksi pengeluaran itu bisa dia lakukan dengan mudah, praktis, dan aman.

Buah dari keterampilan Sunaryo dalam mengayunkan gunting kini mengalir deras. Dari pendapatan barbershop, dia tak hanya bisa memenuhi kehidupan sehari-hari, melainkan juga mampu membeli kendaraan pribadi, baik roda empat maupun roda dua.

Bahkan, hasil dari bisnis pangkas rambut ini juga bisa ia putar lagi secara produktif ke sektor pertanian. Sunaryo mempu membiayai operasional pertanian tebu di lahan orang tuanya.

Area Head (Kepala Area) BRI Pati Regional Office (Kantor Wilayah) Semarang, Ahmad Muflihin Taiyeb, menjelaskan bahwa masyarakat Pati sangat kreatif dan banyak ide usaha. Sehingga sudah selayaknya BRI hadir membantu masyarakat dalam hal permodalan.

“Ada beberapa alat yang bisa kami gunakan untuk membantu masyarakat, salah satunya KUR,” kata pria yang memimpin wilayah kerja Pati, Rembang, Blora, dan Cepu ini.

Khabib Sholihin, Dosen Perbankan dan Manajemen Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati turut menyoroti berkembangnya sektor UMKM di Bumi Mina Tani ini. Menurutnya, UMKM adalah salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional. Ketika UMKM mampu berkembang secara sehat dan mandiri, maka perputaran ekonomi masyarakat akan semakin kuat.

Hanya saja, aspek permodalan masih menjadi permasalahan klasik pelaku UMKM. Sehingga hadirnya program pembiayaan seperti KUR menjadi salah satu solusi strategis untuk memperkuat kapasitas UMKM Indonesia.

“Dengan dukungan pembiayaan yang tepat, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk naik kelas dan berkembang secara berkelanjutan,” ungkap dia kepada Wartaphoto.

Reporter: Angga
Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close