16
September
2026
Rabu - : WIB

Rumah Aspirasi Hj. Sri Wulan Tampung Beragam Aspirasi Konstituen Selama Juni 2026

wartaphoto net
2026/07/01 pada Nasional

WARTAPHOTO.net. JATENG – Rumah Aspirasi Hj. Sri Wulan, S.E., M.M., Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Komisi VIII, kembali menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat sepanjang Juni 2026. Berlokasi di Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, rumah aspirasi tersebut menerima berbagai kunjungan konstituen dari sejumlah daerah di Daerah Pemilihan Jawa Tengah III.

Beragam isu strategis mengemuka dalam pertemuan yang digelar sepanjang bulan tersebut, mulai dari persoalan nelayan, bantuan sosial, layanan kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, hingga evaluasi penyelenggaraan ibadah haji.

Pada 1 Juni 2026, Kepala Desa Dukuhmulyo menyampaikan sejumlah persoalan yang tengah dihadapi masyarakat Pati, terutama tingginya biaya operasional nelayan akibat harga BBM nonsubsidi, sengketa lahan, serta penolakan terhadap revisi Peraturan Daerah mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Aspirasi tersebut mendapat perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat pesisir.

Menanggapi hal tersebut, Hj. Sri Wulan mendorong adanya kebijakan harga BBM khusus bagi nelayan kapal di atas 30 GT serta berbagai langkah strategis untuk mengurangi beban operasional sektor perikanan. Selain itu, aspirasi terkait konflik agraria dan kebijakan perpajakan daerah akan diteruskan kepada instansi terkait agar memperoleh solusi yang lebih berpihak kepada masyarakat.

Selanjutnya pada 6 Juni 2026, kunjungan Kepala Desa Sembaturagung menyoroti berbagai persoalan layanan publik, khususnya BPJS Kesehatan dan distribusi air bersih PDAM yang menjadi keluhan utama warga. Selain itu, masyarakat juga mempertanyakan akses terhadap bantuan modal usaha dan program pemberdayaan ekonomi.

Dalam forum tersebut, masyarakat diberikan penjelasan mengenai mekanisme kepesertaan BPJS, peluang memperoleh bantuan iuran melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI), serta akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program bantuan UMKM pemerintah. Aspirasi terkait krisis air bersih juga dicatat untuk dikoordinasikan dengan pemerintah daerah dan pihak penyedia layanan.

Isu bantuan sosial kembali menjadi perhatian saat pertemuan dengan kelompok penerima Program Keluarga Harapan (PKH) pada 7 Juni 2026. Warga mengeluhkan pencoretan kepesertaan, keterlambatan pencairan bantuan, serta ketidaksesuaian data administrasi yang menyebabkan dana bantuan tidak dapat diterima tepat waktu.

Melalui dialog tersebut, masyarakat memperoleh penjelasan mengenai proses pemutakhiran data kesejahteraan sosial dan pentingnya sinkronisasi data kependudukan agar hak-hak penerima manfaat dapat tersalurkan dengan baik.
Sementara itu, sektor pendidikan menjadi fokus pembahasan pada 13 Juni 2026 saat Kepala MTs Muhammadiyah 02 Blora menyampaikan kondisi kerusakan berat yang dialami sekolah. Bangunan yang mengalami kebocoran, keretakan dinding, dan kerusakan fasilitas sanitasi dinilai mengganggu proses belajar mengajar.

Menanggapi aspirasi tersebut, Hj. Sri Wulan menyatakan akan mengawal usulan revitalisasi sarana dan prasarana madrasah melalui Kementerian Agama agar lembaga pendidikan keagamaan mendapatkan perhatian yang lebih optimal.
Perhatian terhadap sektor ekonomi kerakyatan juga terlihat pada 14 Juni 2026 ketika Kelompok Tani Ternak Sumber Makmur menyampaikan kebutuhan bantuan ternak kambing untuk mendukung program ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Aspirasi tersebut akan diupayakan melalui program kemaslahatan yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Kemudian pada 20 Juni 2026, Kepala Desa Gubug, Kabupaten Grobogan, mengajukan permohonan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi masyarakat kurang mampu. Permasalahan hunian yang belum memenuhi standar kelayakan dinilai masih menjadi tantangan besar bagi keluarga prasejahtera di wilayah tersebut.

Rumah Aspirasi juga menerima aspirasi terkait pendidikan tinggi pada 21 Juni 2026 dari Kepala Desa Tambahmulyo, Kabupaten Pati. Dalam kesempatan itu, masyarakat berharap adanya bantuan KIP Kuliah bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan.

Hj. Sri Wulan menegaskan bahwa akses pendidikan merupakan salah satu instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan. Oleh karena itu, aspirasi terkait bantuan pendidikan akan diperjuangkan melalui koordinasi dengan Kementerian Agama dan instansi terkait.

Dukungan terhadap sektor pertanian kembali mengemuka pada 27 Juni 2026 saat Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur mengajukan permohonan bantuan alat panen rice combine harvester. Kebutuhan alat tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi panen dan mengatasi keterbatasan sarana pascapanen di tingkat petani.

Sebagai tindak lanjut, usulan tersebut akan dikomunikasikan kepada pihak terkait, termasuk mitra kerja di Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian.
Rangkaian kegiatan Rumah Aspirasi bulan Juni ditutup pada 28 Juni 2026 melalui pertemuan dengan KBIH As Salam Juwana, Kabupaten Pati. Dalam dialog tersebut, dibahas evaluasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti kepadatan jemaah di Mina, layanan kesehatan, serta berbagai aspek teknis penyelenggaraan.

Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan agama dan sosial, Hj. Sri Wulan menyatakan komitmennya untuk menyampaikan berbagai catatan dan evaluasi tersebut dalam rapat kerja bersama pemerintah guna meningkatkan kualitas pelayanan haji pada tahun-tahun mendatang.

Melalui berbagai kegiatan yang berlangsung sepanjang Juni 2026, Rumah Aspirasi Hj. Sri Wulan kembali menunjukkan perannya sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah.

Reporter: Revan

Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close