
WARTAPHOTO.NET. PATI – Pemerintah Kabupaten Pati mulai menindaklanjuti keluhan warga terkait minimnya pagar pembatas di jalur pegunungan Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu. Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pati akan melakukan survei lapangan untuk memetakan titik-titik rawan yang membutuhkan pemasangan pagar pengaman demi meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pati, Toni, mengatakan laporan dari masyarakat telah diterima dan akan menjadi dasar pelaksanaan survei sebelum penentuan kebutuhan anggaran.
“Kalau itu mendesak, maka akan dilaporkan ke Plt Bupati Pati untuk dianggarkan di anggaran perubahan 2026 atau anggaran murni 2027, tapi itu akan disurvei dulu,” ujarnya.
Menurut Toni, survei dilakukan untuk memastikan lokasi yang benar-benar membutuhkan pemasangan pagar pembatas sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat sasaran. Dalam proses tersebut, Dishub juga akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.
“Ada keluhan dari masyarakat, jadi nanti akan disurvei dulu untuk mencari lokasinya di sebelah mana, dan kita akan koordinasi dengan kepala desa,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi jalan di kawasan pegunungan memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi karena banyak terdapat tikungan tajam, tanjakan, serta ruas jalan yang berbatasan langsung dengan tebing maupun jurang. Oleh karena itu, keberadaan pagar pembatas dinilai menjadi bagian penting dari perlengkapan keselamatan jalan.
“Jalan pegunungan itu di sekelilingnya ada tebing dan jurang, dan itu berbahaya, jadi penting diberi pagar pembatas,” jelasnya.
Selain di Desa Gunungsari, Dishub juga berencana memperluas survei ke sejumlah jalur pegunungan di wilayah Pati Selatan yang memiliki karakteristik serupa. Setiap laporan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan skala prioritas pembangunan infrastruktur keselamatan.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, meminta pemerintah daerah segera mempercepat pemasangan pagar pembatas di ruas jalan pegunungan yang menghubungkan Desa Gunungsari dengan Kecamatan Gunungwungkal.
Menurut politikus Partai Demokrat itu, kelengkapan fasilitas keselamatan jalan tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
“Akses jalan di daerah pegunungan apabila tidak ada pembatas jalan tentu membahayakan bagi pengguna jalan,” kata Joni.
Ia juga meminta pemerintah melengkapi rambu-rambu lalu lintas di kawasan tersebut agar pengendara lebih waspada, terutama saat melintasi tikungan dan ruas jalan yang berada di tepi jurang.
“Tolong itu rambu-rambu yang kurang, tolong dikasih, itu bahaya benar,” tegasnya.