16
September
2026
Rabu - : WIB

Gelar Aksi Demo, AMPB Tuntut Kajari Pati Dicopot dan Desak Pengusutan Oknum Jaksa

wartaphoto
2026/07/27 pada Berita, Pati, wartaphoto
Aksi Unjuk Rasa AMPB di Depan Kantor Kejari Pati, Senin 27 Juli 2026. (Foto: Dimas)

PATI | WARTAPHOTO – Gelombang protes mewarnai kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati di Jalan Panglima Sudirman pada Senin (27/7/2026) sore. Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama gabungan aktivis dari berbagai daerah turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa.

​Aksi ini digelar sebagai bentuk protes keras terhadap kinerja Kejari Pati yang dinilai gagal dan terindikasi melakukan permainan hukum. Di lokasi, situasi tampak riuh dengan hadirnya dua mobil komando milik tokoh aktivis Supriyono (Botok) dan Teguh Istianto, serta satu truk angkutan massa yang terparkir di luar pagar gedung Kejari Pati.

​Guna menyuarakan aspirasinya, massa membentangkan sejumlah poster bernada sindiran tajam di sepanjang pagar kantor kejaksaan. Tak hanya itu, mereka juga membawa replika keranda mayat sebagai simbol mati syahidnya keadilan di institusi penegak hukum tersebut.

​Beberapa poster yang menyita perhatian di antaranya bertuliskan “Kami Tidak Diam Demi Keadilan”, “Keranda Mayat Kajari Pati dan Jaksa Danang Pelindung Koruptor dan Pemeras Rakyat”, hingga “Usir Kajari Pelindung Koruptor, Pati Tolak Pejabat Ruwet”.

​Pentolan AMPB, Teguh Istianto, menegaskan bahwa massa menuntut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pati untuk segera dicopot dari jabatannya dan angkat kaki dari Kabupaten Pati.

​”Kami menilai Kejaksaan Negeri Pati tidak becus dalam menjalankan tugasnya, cenderung manipulatif, dan melakukan permainan hukum. Bahkan, Kejari Pati secara tegas kami anggap sebagai pelindung koruptor,” ujar Teguh di hadapan awak media.

​Teguh membeberkan, salah satu alasan utama di balik gelombang protes ini adalah penanganan kasus korupsi yang terkesan tebang pilih dan sengaja diulur-ulur. Menurutnya, ada pihak yang sudah berstatus tersangka selama lebih dari satu bulan, namun hingga kini tak kunjung ditahan.

​”Sudah lebih dari satu bulan ditetapkan sebagai tersangka, tapi tidak ada penangkapan. Kami curiga ada permainan dan transaksi di balik ini,” tegasnya.

​Sementara itu, Supriyono alias Botok menyoroti kinerja Kejari Pati terkait tidak ditahannya tersangka kasus korupsi Kepala Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu. Ia juga menuntut kejelasan terkait isu dugaan pemerasan yang dilakukan oknum kejaksaan terhadap keluarga pihak yang sedang berperkara.

​”Beredar informasi di masyarakat bahwa oknum jaksa di Kejari Pati kerap memeras pihak yang berperkara. Pihak keluarga dilobi oleh oknum kejaksaan untuk menemui jaksa, lalu dimintai sejumlah uang dengan janji akan meringankan hukuman atau vonisnya,” ungkap Supriyono.

​Melalui aksi ini, AMPB mendesak adanya pembenahan total di tubuh Kejari Pati agar ke depannya instansi tersebut dipimpin dan diisi oleh aparat penegak hukum yang profesional serta berintegritas. Mereka menegaskan agar Kejari Pati dihuni oleh orang-orang yang amanah, bukan oknum yang memeras rakyat serta memperjualbelikan hukum.

Reporter: Dimas
Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close