
JATENG | WARTAPHOTO.NET. Masa reses menjadi momentum bagi anggota DPR RI untuk turun langsung ke daerah pemilihan, mendengarkan persoalan masyarakat sekaligus memastikan berbagai aspirasi yang muncul di lapangan dapat menjadi bahan perjuangan di tingkat pusat. Hal itu dilakukan anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Hj. Sri Wulan, S.E., M.M., saat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) reses Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 pada 28 Juli hingga 5 Agustus 2026.
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah III yang meliputi Kabupaten Pati, Blora, Grobogan, dan Rembang tersebut menggelar serangkaian pertemuan dengan berbagai kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, jajaran pemerintahan, calon jemaah haji, tokoh masyarakat, pemuda, hingga pengelola lembaga keagamaan.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda silaturahmi, tetapi juga diisi diskusi untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.
Bertemu Pengelola MA Riyadlotut Thalabah Rembang
Kegiatan reses diawali pada Selasa, 28 Juli 2026, di MA Riyadlotut Thalabah, Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang. Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–14.00 WIB itu, Sri Wulan bersilaturahmi dan berdiskusi dengan jajaran pengurus yayasan serta dewan guru madrasah.
Sejumlah persoalan pendidikan madrasah menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Di antaranya kualitas dan kompetensi guru, keterbatasan fasilitas serta infrastruktur, pendanaan, kompetensi siswa, hingga tantangan penerapan kurikulum.
Selain itu, madrasah juga menghadapi tantangan terkait minat siswa yang dinilai masih kalah dibandingkan sekolah umum. Persoalan kesejahteraan guru turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan kualitas proses pembelajaran.

Bahas Pengelolaan dan Pengawasan Keuangan Haji
Sehari berikutnya, Rabu, 29 Juli 2026, Sri Wulan melanjutkan kegiatan reses di Kabupaten Pati dengan bertemu calon jemaah haji di Hotel Merdeka Pati.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB tersebut mengambil tema Diseminasi Strategi Pengelolaan dan Pengawasan Keuangan Haji. Sebanyak 103 calon jemaah haji mendapatkan informasi mengenai berbagai tahapan yang perlu dipersiapkan sebelum keberangkatan.
Pembahasan mencakup penyelesaian dokumen perjalanan ibadah haji, mulai dari paspor, visa, hingga dokumen administrasi perjalanan ibadah haji lainnya. Calon jemaah juga mendapatkan penjelasan mengenai validasi dokumen kepastian berangkat serta pentingnya pemeriksaan kesehatan sebagai salah satu syarat keberangkatan, terutama bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Persoalan pelayanan haji menjadi salah satu hal penting yang perlu mendapatkan perhatian agar calon jemaah memperoleh kepastian dan pemahaman yang memadai dalam setiap tahapan penyelenggaraan ibadah haji.
Koordinasi Bantuan BPKH dan BAZNAS untuk Peternak
Pada 30 Juli 2026, Sri Wulan bersilaturahmi dan berdiskusi dengan kepala serta jajaran pejabat Kementerian Haji dan Umrah serta Kementerian Agama Kabupaten Pati di Kantor Kemenag Pati.
Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan penyelenggaraan ibadah haji, antara lain pendaftaran, biaya haji, akomodasi dan transportasi jemaah, pengelolaan dana haji, hingga persoalan keberangkatan sebagian calon jemaah haji plus.
Kegiatan dilanjutkan pada 31 Juli 2026 dengan silaturahmi bersama Kepala dan jajaran BAZNAS Kabupaten Pati di Rumah Hj. Sri Wulan, Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan.
Salah satu agenda yang dibahas adalah koordinasi bantuan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bagi peternak, khususnya melalui program Balai Ternak.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan peternak. Pemberdayaan ekonomi melalui peternakan diharapkan dapat membantu masyarakat penerima manfaat zakat atau mustahik berkembang secara ekonomi hingga mampu menjadi muzaki.

Pantau Revitalisasi MAN 2 Pati
Memasuki 1 Agustus 2026, Sri Wulan melakukan kunjungan dan monitoring bantuan revitalisasi MAN 2 Pati. Kegiatan tersebut diikuti Kepala Kemenag Pati beserta jajaran dan Kepala MAN 2 Pati.
Persoalan sarana dan prasarana madrasah menjadi salah satu isu penting dalam kunjungan tersebut. Keterbatasan fasilitas pendidikan, terutama pada madrasah di daerah, dinilai masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.
Melalui monitoring tersebut, bantuan revitalisasi diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas lingkungan belajar dan mendukung proses pendidikan di madrasah.
Serap Aspirasi Masyarakat Desa Tambahmulyo
Pada 2 Agustus 2026, kegiatan reses berlanjut di Balai Desa Tambahmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.
Sri Wulan bersilaturahmi dengan kepala desa dan jajaran pemerintahan desa. Dalam pertemuan tersebut, dinamika politik dan berbagai persoalan yang berkembang di Kabupaten Pati turut menjadi bahan pembicaraan masyarakat.
Berbagai persoalan hukum dan dugaan korupsi yang sebelumnya memicu perhatian publik serta aksi demonstrasi menjadi bagian dari dinamika daerah yang disampaikan dalam forum tersebut.
Aspirasi masyarakat terkait kondisi pemerintahan dan situasi sosial-politik daerah menjadi salah satu bahan yang dihimpun selama kunjungan.
Dorong Pendidikan Inklusif untuk Anak
Berikutnya, pada 3 Agustus 2026, Sri Wulan bertemu guru-guru Raudhatul Athfal (RA) se-Kabupaten Pati dalam kegiatan Pelatihan Inklusi: Membangun Pendidikan Berkualitas untuk Semua Anak di Aula Gedung Kemenag Pati.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–15.00 WIB tersebut menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas pendidik dalam menciptakan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Sejumlah persoalan yang dihadapi guru RA turut menjadi perhatian, terutama kesejahteraan ekonomi, kompetensi pedagogik, serta keterbatasan fasilitas pendukung.
Guru RA swasta juga masih menghadapi persoalan honorarium dan insentif yang relatif rendah. Selain itu, masih terdapat guru yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk memperoleh tunjangan sertifikasi.
Tokoh Masyarakat dan Pemuda Sampaikan Aspirasi
Pada 4 Agustus 2026, Sri Wulan menggelar silaturahmi dan diskusi santai bersama tokoh masyarakat dan pemuda Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan, di pendopo rumahnya.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan hingga infrastruktur.
Dalam bidang infrastruktur, salah satu persoalan yang disampaikan adalah kondisi gorong-gorong yang tersumbat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan genangan hingga banjir ketika hujan turun.
Selain itu, masyarakat juga menyoroti penerangan jalan umum yang di sejumlah titik masih kerap mengalami gangguan.
Bahas Persoalan Pembangunan Desa
Rangkaian kunker reses ditutup pada 5 Agustus 2026 melalui pertemuan dengan Kepala Desa Dukuhmulyo dan jajaran di Rumah Aspirasi Hj. Sri Wulan, Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan.
Silaturahmi dan diskusi santai tersebut menjadi kesempatan untuk membahas berbagai persoalan yang berkembang di Kabupaten Pati, termasuk isu kebijakan pajak daerah, dinamika pemerintahan, persoalan sosial, hingga kondisi infrastruktur.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan persoalan banjir, konflik lahan pertanian, lingkungan, serta berbagai dinamika sosial yang membutuhkan perhatian dan penyelesaian bersama.
Aspirasi Menjadi Bahan Perjuangan di Tingkat Pusat
Rangkaian kunjungan kerja reses selama sembilan hari tersebut menunjukkan beragam persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah, khususnya pada bidang pendidikan, penyelenggaraan ibadah haji, pemberdayaan ekonomi, kesejahteraan guru, pembangunan infrastruktur, serta persoalan sosial kemasyarakatan.
Bagi anggota DPR RI, kegiatan reses menjadi bagian penting dalam menjalankan fungsi representasi. Aspirasi yang diperoleh dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus masukan dalam pembahasan kebijakan dan program pemerintah di tingkat pusat.