16
September
2026
Rabu - : WIB

Anggota DPR RI Sri Wulan bersama BNPB Bangun Penahan Darurat di Ketitangwetan, Usai Tanggul Sungai Widodaren Ambrol

wartaphoto net
2025/11/03 pada Parlemen, Nasional

WARTAPHOTO.net. PATI – Pasca ambrolnya tanggul Sungai Widodaren di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Nasdem Hj. Sri Wulan, S.E.,M.M. bergerak cepat membangun tanggul darurat, Senin (3/11/25). Langkah ini diambil untuk mencegah kerusakan lebih parah sekaligus melindungi warga terdampak banjir.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Nasdem, Sri Wulan, meninjau langsung lokasi tanggul yang jebol dan menyebabkan banjir di Desa Ketitangwetan selama sepekan terakhir.

Bersama BNPB, ia berharap penanganan darurat ini dapat menjadi solusi sementara agar masyarakat terhindar dari banjir susulan. Ia menegaskan, ke depan pemerintah perlu membangun tanggul permanen supaya peristiwa serupa tidak berulang setiap tahun.

Selain itu, Sri Wulan mengajak seluruh instansi terkait untuk bersinergi mengatasi persoalan banjir di wilayah tersebut. Saat meninjau lokasi, ia juga menyoroti tumpukan sampah yang memenuhi aliran sungai akibat terbawa banjir. Menurutnya, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) perlu melakukan pembersihan rutin agar tidak terjadi penyumbatan aliran air.

“Dalam setiap bencana, pengambilan langkah darurat sangat penting untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Karena itu saya turun langsung memantau perbaikan tanggul darurat ini, dan memastikan bersama BNPB agar tanggul bisa segera ditutup kembali, sambil menunggu perbaikan permanen,” ujar Sri Wulan, Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi Nasdem Asal Jakenan Pati ini.

Sementara itu, Bambang Eko Pratolo, Tenaga Ahli BNPB, menjelaskan bahwa pihaknya telah berada di lokasi sejak Selasa dan langsung merencanakan pembangunan tanggul darurat menggunakan cerucuk bambu dan karung berisi tanah. Struktur ini diperkuat dengan anyaman bambu di titik-titik yang ambrol.

“Langkah darurat ini menjadi upaya terbaik sementara sebelum pembangunan tanggul permanen. Kami fokus menutup titik jebol agar air tidak kembali meluap ke permukiman warga,” kata Bambang Eko Pratolo, Tenaga Ahli BNPB.

Diketahui, terdapat delapan titik tanggul kritis di sepanjang Sungai Widodaren yang berpotensi jebol. Tiga di antaranya telah ambrol dan menyebabkan banjir di Desa Ketitangwetan selama sepekan terakhir.

Reporter: Revan

Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close