
PATI | WARTAPHOTO.NET – Semarak peringatan Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati bakal kian meriah dengan hadirnya Festival Adhi Loka yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (8/8/2026) malam. Perhelatan ini dirancang khusus untuk memamerkan kekayaan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) lokal yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan.
Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Paryanto, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian tak terpisahkan dari perayaan ulang tahun daerah. Festival Adhi Loka difokuskan sebagai panggung apresiasi bagi beragam budaya unggulan yang dimiliki masyarakat Pati.
Deretan kebudayaan dan tradisi khas dipastikan menyemarakkan acara tersebut, mulai dari kuliner ikonik nasi gandul asal Pati, tradisi masyarakat pesisir, lamporan soneyan, hingga ritual petani garam. Tak ketinggalan, cerita tutur mbolanjam Tlogowungu, kebiasaan barikan, tradisi meron Sukolilo, potensi kelapa kopyor, kopi Jrahi, kerajinan batik bakaran, serta ritus krayan pedhet turut diangkat ke publik.
”Penyelenggaraan festival ini menjadi langkah strategis mengenalkan produk lokal melalui pendekatan budaya. Hal ini selaras dengan semangat tagline hari jadi tahun ini, Sumunar Terang Mbangun Kemajengan. Harapan kami, kegiatan ini mampu menghadirkan kemeriahan sekaligus memicu optimisme dalam memajukan daerah,” ungkap Paryanto.
Kemasan acara akan disajikan secara atraktif dalam bentuk karnaval jalanan yang memadukan keindahan kostum, seni tari, dan koreografi. Rombongan peserta dijadwalkan melintasi sepanjang Jalan Panglima Sudirman dan mengakhiri parade di Alun-alun Pati sebagai pusat pertunjukan.
Salah satu kontingen yang siap mencuri perhatian adalah Kecamatan Pati Kota. Perwakilan kontingen, Junarto, mengungkapkan bahwa pihaknya mengusung tema “Ganduling Roso”. Tema ini diangkat mengingat sejarah kuliner khas nasi gandul bermula dari Desa Gajahmati yang berada di wilayah tersebut.
“Nama gandul sendiri berasal dari tradisi penjual gandul keliling yang memikul dua wadah kayu sehingga gandul-gandul (Bergoyang-goyang, red),” terang dia.
Ia menambahkan bahwa di balik kelezatannya, nasi gandul menyimpan nilai historis mendalam dan filosofi kehidupan yang mewarnai perjalanan panjang masyarakat Kabupaten Pati.
Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad