
PATI | WARTAPHOTO.NET – Suasana meriah dan penuh kehangatan mewarnai kawasan Alun-Alun Kabupaten Pati pada Selasa (18/8/2026) malam. Pemerintah Kabupaten Pati menggelar acara bertajuk “Selametan Agung Bersama Rakyat” yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-703 Pati dan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat dan pemerintah daerah atas berkah yang melimpah di “Bumi Mina Tani”. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, acara syukuran kali ini sengaja dirancang untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat secara langsung.
“Biasanya acara syukuran seperti ini hanya dihadiri Forkopimda dan ASN. Namun kali ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pati untuk bersama-sama menikmati rasa syukur ini,” ujar Risma Ardhi Chandra saat ditemui wartawan di sela-sela kegiatan.
Dalam acara ini, Pemkab Pati bekerja sama dengan para pengusaha lokal menyajikan sekitar 10.000 porsi makanan khas Pati, seperti soto, nasi gandul, hingga sego tewel serta 100 tumpeng yang disajikan secara gratis tanpa syarat bagi masyarakat. Selain itu, warga juga dihibur dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang menampilkan dalang Ki Rama Aditya dan Ki Bowo Asmoro serta Mas Gareng dari Semarang.
Di sela-sela wawancara, Plt Bupati Pati secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pati dan Indonesia terkait insiden salah ucap saat pembacaan teks Pancasila pada sila ke-2 dalam upacara peringatan HUT Ke-81 RI yang sempat viral di media sosial.
Ia menjelaskan bahwa kondisi fisiknya saat itu sedang kurang fit akibat padatnya rangkaian kegiatan sejak pagi hingga malam hari.
“Saat itu kondisi badan saya memang kurang sehat, sudah keluar keringat dingin. Namun karena ini tugas di tanggal 17 Agustus, saya berusaha tetap kuat. Namun fisik manusia ada batasnya, hingga akhirnya konsentrasi berkurang dan terjadi kekhilafan di luar prediksi,” ungkapnya dengan nada penuh penyesalan.
Ia menegaskan bahwa insiden tersebut sama sekali tidak disengaja dan menjadi pelajaran berharga baginya sebagai pimpinan daerah.
“Sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Pati dan seluruh rakyat Indonesia. Ini menjadi pelajaran penting bagi saya untuk tetap fokus, menjaga kesehatan, dan kembali bersemangat mengawal pembangunan serta melayani masyarakat Kabupaten Pati,” pungkasnya sembari menangkupkan kedua tangan.
Reporter: Dimas
Editor: Revan