
PATI | WARTAPHOTO.NET — Sejumlah ruas jalan yang menghubungkan wilayah Tayu, Gunungwungkal hingga Pakis mendapat perhatian melalui program peningkatan dan rehabilitasi infrastruktur jalan.
Proyek ini menjadi satu paket dengan nomenklatur rehabilitasi jalan Gunungwungkal – Pakis, Margomulyo-Pakis, Pondowan- Sendangrejo Kecamatan Gunungwungkal/ Tayu dengan nilai total pagu 3,6 miliar, dan nilai kontrak kerja Rp. 3.213.449.455. April 2026 hingga Oktober 2026.
Pantauan wartaphoto.net di lapangan, Ruas Pondowan – Sendangrejo ditangani dengan lapisan aspal hotmix. Pagu anggaran Rp850 juta, dengan lebar badan jalan yang ditangani mencapai 4 meter.

Sementara ruas Gunungwungkal-Pakis memiliki panjang penanganan 591 meter, lebar 4-5 meter, dengan anggaran sekitar 1 miliar. Ruas jalan ini dikerjakan dengan material aspal hotmix.
Begitu pula dengan ruas Margomulyo-Pakis. Ruas jalan ini juga di aspal hotmix panjang 1280 meeter, lebar 4 meter dengan anggaran Rp. 1.750.000.000.
Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas jalan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati, Hasto Utomo, mengatakan proses pengerjaan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas material dan hasil pekerjaan.
“Untuk skema pengawasan mutu agar jalan sesuai standar, diawali dengan pengawas lapangan DPU mengecek jobmix aspal agar sesuai spesifikasi,” ujar Hasto.
Menurutnya, pengawasan dilakukan sejak persiapan material hingga pekerjaan pengaspalan berlangsung. Salah satu aspek yang diperiksa adalah suhu aspal sebelum dilakukan penghamparan.
“Selanjutnya saat pengaspalan, pengawas mengecek suhu saat akan dilakukan penghamparan, yakni 130 derajat Celsius sampai 150 derajat Celsius,” jelasnya.
Setelah aspal dihampar dan dilakukan pemadatan, pengujian kembali dilakukan untuk memastikan lapisan jalan memenuhi ketentuan teknis. Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel menggunakan metode core drill.
“Setelah selesai pemadatan, diambil sampel core drill untuk dicek ketebalannya dan dibawa ke laboratorium untuk dicek kepadatannya,” kata Hasto.
Dengan tahapan tersebut, kualitas pekerjaan tidak hanya dinilai berdasarkan tampilan permukaan jalan, tetapi juga melalui pemeriksaan terhadap ketebalan dan kepadatan lapisan aspal.
Penanganan ruas jalan ini, selain penting untuk kelancaran mobilitas warga, juga mendukung akses menuju kawasan wisata.
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad