17
September
2026
Kamis - : WIB

Warga Perum Kutoharjo Pati Produksi Eco Enzyme dari Bahan Organik, Ini Manfaatnya

wartaphoto net
2023/02/13 pada Berita, Pati

WARTAPHOTO.NET. PATI – Sejumlah ibu-ibu di Jalan Arjuna Raya Perum Kutoharjo Kecamatan/Kabupaten Pati melakukan hal yang kreatif.

Mereka memanfaatkan akhir pekannya dengan membuat Eco Enzyme yang dibuat dari kulit buah-buahan dan sayur yang mana hasil cairan hasil fermentasi sampah organik tersebut memiliki berbagai fungsi.

Adapun bahan-bahan organik yang digunakan seperti kulit nanas, pisang, lemon, jeruk, belimbing, apel, rambutan, kedondong, bayam, sawi dipadukan dengan molase, tetes tebu, gula merah, serta air sumur.

Penggagas sekaligus inisiator Eco Enzyme, Henty Kustiyowati mengungkapkan, Eco Enzyme tersebut ia pelajari dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Rosukon Poompanvong, pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand selama kurang lebih 30 tahun.

“Memang disarankan menggunakan air sumur karena tidak mengandung kaporit. Perpaduannya ialah 10 bagian air, 1 bagian molase dan 3 bagian bahan organik. Artinya, dari toples dengan kapasitas 1 liter air, diisi air sumur sebanyak 600 mililiter, molase atau gula merah sebanyak 60 gram dan bahan organik sebanyak 1,8 ons. Setelah kesemuanya dicampur jadi satu lalu diaduk,” jelas dia saat ditemui usai melakukan praktik, Minggu (12/2/2023) lalu.

Ia menyebut, apabila tidak terdapat air sumur, maka tetap bisa digunakan dengan syarat harus didiamkan selama satu malam terlebih dahulu.

Setelah dicampur di dalam toples, maka toples tidak ditutup dengan rapat melainkan hanya ditempelkan saja. Hal ini agar saat 1 bulan pertama, gas yang dihasilkan dari fermentasi dapat keluar dan tidak meledak.

“Nanti di dalam toples ini, akan timbul gas – gas hasil fermentasi dari bahan organiknya yang kita sebut O2 atau ozon. Kita memang disarankan agar setiap rumah memiliki Eco Enzyme ini dengan memanfaatkan bahan organik dari dapur kita sendiri,” papar dia.

Selain itu, dengan memanfaatkan bahan organik dari dapur sendiri, juga sebagai salah satu upaya mengurangi beban sampah.

“Untuk kesehatan badan, bisa kita semprot – semprotkan di badan dengan perbandingan 1 banding 100 atau 1 mililiter Eco Enzyme dicampur 100 mililiter air. Begitupun bila digunakan di tanaman, 1 mililiter Eco Enzyme dicampur 1 liter air,” imbuh dia.

Henty menilai bahwa Eco Enzyme tersebut memiliki banyak manfaat dan kegunaan lain untuk tubuh dan tanaman. Menurut dia, apabila imun di tubuh baik, maka akan susah terkena penyakit begitu pula yang terjadi jika digunakan pada tanaman.

Tak hanya itu saja, Eco Enzyme itu juga diklaim tidak memiliki masa kadaluarsa, sehingga bisa digunakan setiap saat. Ampasnya pun bahkan memiliki manfaat yang lain, yaitu bila dimasukkan ke dalam plastik dan ditempelkam ke bagian tubuh yang sakit, maka penyakit itu berangsur hilang.

“Bisa disimpan atau diletakkan di berbagai sudut di rumah sesuai kebutuhan karena juga berfungsi untuk menangkal radiasi,” tutur dia.

Ia kembali menegaskan bahwa gas ozon hasil fermentasi mulai keluar saat 1 bulan pertama sedangkan Eco Enzyme yang dihasilkan untuk bisa dimanfaatkan yaitu pada bulan ketiga.

Sementara, Bu Halim, warga setempat mengaku memiliki pengalaman usai menggunakan Eco Enzyme tersebut diantaranya untuk membersihkan peralatan rumah tangga.

“Saya pakai untuk membersihkan piring bekas makanan menggunakan Eco Enzyme ini langsung keset tidak perlu dicuci beberapa kali,” ujar dia.

Reporter: Putra

Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close