16
September
2026
Rabu - : WIB

Berawal dari Imajinasi, Wanita asal Pati Saila Rachmawati Geluti Usaha Fesyen Sendiri

wartaphoto
2023/05/29 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Berawal dari hobi kini menjadi jalan rezeki. Itulah yang dialami Saila Rachmawati, pemilik Wei Project, sebuah usaha yang bergerak di bidang fesyen.

Wanita asal Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati ini mulai terjun di bidang usaha fesyen sejak duduk di bangku kuliah. Itu berawal dari hobinya yang suka membuat model baju sendiri.

“Segala hal tentang fesyen selalu menarik perhatian saya, dari hobi yang berlanjut menjadi usaha. Berawal dari saya pribadi yang kurang suka baju-baju pasaran (banyak yang punya) dan suka berimajinasi bikin model baju yang unik, yaitu memadukan berbagai model pakaian,” kata dia kepada Wartaphoto (29/5/2023).

Dengan imajinasinya itu, lanjut Saila, akhirnya dirinya mencari bahan pakaian dan menjahitnya sendiri. Tidak disangka, mayoritas pakaian yang ia buat diminati oleh teman-temannya.

“Akhirnya iseng-iseng saya buka pre order (pesan dahulu) dan alhamdulillah banyak peminat. Barang yang saya jual bukan ready stock (tersedia), tapi harus pesan dulu, bayar DP (uang muka), baru kita proses. Jika pakaian sudah jadi baru dilunasi kemudian kami kirim. Kelebihan dari pre order ini customer (pelanggan) bisa request (minta) model, ukuran, dan warna sesuai dengan yang diinginkan,” tutur dia.

Wanita kelahiran Pati, 1 Desember 1996 ini menyebut, baju-baju yang dia buat dibandrol dengan kisaran harga Rp140 ribu hingga Rp1 juta. Itu tergantung pada tingkat kesulitan dalam pembuatan dan tergantung pada kualitas bahan yang diminta oleh pelanggan.

“Kita tidak selalu open pre order setiap bulannya. Jadi ada masa di mana kita libur dan kembali menerima pesanan. Jika kami open pre order akan kami informasikan di akun instagram @wei.project,” ucap dia.

“Karena sistemnya pre order, jadi kita buka selama dua minggu. Kita tutup kemudian mulai memproses pesanan, karena jahitnya juga bukan konveksi, ini untuk menjaga kualitas. Prosesnya antara 2 sampai 4 minggu sampai baju jadi,” lanjut wanita yang juga merupakan pengajar di SMPN 1 Pati ini.

Dalam membuat baju-baju pesanan itu, Saila dibantu oleh tiga orang penjahit. “Jadi sekali open pre order hingga produksi memerlukan waktu yang cukup lama, tapi alhamdulillah pelanggan tetap setia sabar menanti,” ungkap wanita yang pernah menempuh pendidikan di Madrasah Raudlatul Ulum Guyangan, Trangkil ini.

Saila mengatakan, setiap membuka pesanan, omzet yang ia dapatkan bervariasi. Yakni mencapai Rp5 juta hingga Rp25 juta.

“Itu tergantung banyaknya pesanan. Karena keterbatasan tenaga jadi kita membatasi pesanan. Maksimal hanya bisa menerima 100-an orderan tiap open pre order,” tandas wanita yang pernah menempuh pendidikan S1 dan S2 di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus ini.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen.
Foto : Dok. Pribadi for Wartaphoto

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close