16
September
2026
Rabu - : WIB

Bantu Tingkatkan Penjualan, Mahasiswa USM Bakal Kenalkan Batik Tulis Bakaran Pati ke Masyarakat Luas

wartaphoto
2023/06/01 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Sejumlah anggota dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pengawal Ideologi Bangsa (PIB) Universitas Semarang, lakukan kunjungan ke produsen batik di Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Kamis (1/6/2023) siang.

Kunjungan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan perekonomian di desa tersebut, khususnya bagi para produsen batik tulis.

Ketua Umum UKM Pengawal Ideologi Bangsa, Yunika Rosari mengatakan, pihaknya melakukan kunjungan ke sejumlah produsen batik ini dengan maksud membawa sampel batik tulis bakaran untuk kemudian dipasarkan di Semarang.

Menurut dia, di era digital yang sedang gencar-gencarnya saat ini menjadi peluang untuk memasarkan batik tulis melalui berbagai platform. Seperti marketplace, Facebook, Shopee, TikTok, dan lain sebagainya.

“Kami juga ingin memperkenalkan Batik Bakaran Juwana ini kepada teman-teman mahasiswa, dosen, dan masyarakat pada umumnya. Dengan semakin dikenalnya batik ini di kalangan luas, diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa,” kata Yunika.

Dia berharap, dengan melakukan hal tersebut, maka dapat memperkenalkan keunikan batik tulis Bakaran Juwana kepada masyarakat kota. Ia meyakini, minat masyarakat kota terhadap batik tulis akan tinggi, mengingat produksi batik tulis masih jarang di sana.

Sementara itu Bagiyo, pemilik Omah Batik Condro Kirono Bakaran Wetan, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan oleh mahasiswa dan perguruan tinggi dalam memasarkan batik tulis yang ia produksi. Menurutnya upaya itu sangat membantu para pengrajin, karena mereka biasanya lebih fokus pada proses produksi.

“Anak muda memiliki jiwa kreatif dan lebih terhubung dengan dunia media sosial serta cara pemasaran yang lebih modern dan cepat. Keberadaan mahasiswa dan perguruan tinggi sangat membantu pengrajin batik,” ujar Bagiyo.

Dia menjelaskan, saat ini terdapat tujuh orang pengrajin batik yang memiliki merek di Desa Bakaran Wetan. Selain itu, terdapat pula banyak pembatik perorangan yang juga berperan dalam industri batik lokal.

Bagiyo menyebut, batik yang ia produksi harganya bervariasi, mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp1 juta. Itu tergantung pada motif dan lama proses pembuatannya. Salah satu motif yang paling diminati adalah batik khas Bakaran dengan warna hitam dan coklat.

Meskipun penjualan batik mengalami peningkatan setelah pandemi, terutama karena banyak orang yang mulai memesan seragam batik di tempat kerja, namun menurut Bagiyo penjualan ini belum maksimal. Omzet penjualannya dalam satu bulan baru mencapai Rp20 juta sampai Rp25 juta.

Ia berharap, upaya yang akan dilakukan oleh mahasiswa Universitas Semarang ini bisa meningkatkan penjualannya.

Untuk diketahui, tepat pada hari lahir pancasila ini, UKM Pengawal Ideologi Bangsa juga mengadakan sosialisasi terkait nilai-nilai pancasila untuk kemudian mengimplementasikannya ke masyarakat luas.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close