16
September
2026
Rabu - : WIB

Peternak di Prawoto Sukolilo Ketiban Berkah Jelang Iduladha, Kebanjiran Pesanan Hewan Kurban

wartaphoto
2024/06/15 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. SUKOLILO – Hyro Fachrus tampak sibuk mengecek ratusan sapi dan seribuan kambing di peternakannya. Ribuan hewan ini sudah dipesan orang untuk kurban pada Iduladha 1445 H.

Pria yang tinggal di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati ini mengaku jika penjualan hewan kurban pada tahun 2024 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Karena bertepatan musim panen sehingga para dermawan yang berkurban tahun ini lebih meningkat. Peningkatan 20 persen. Tahun kemarin kita menjual 800 ekor (sapi dan kambing), tahun ini 100 ekor lebih sapi dan domba 1.000 ekor,” kata dia kepada Wartaphoto, Sabtu (15/6/2024).

Hyro menyebut, pemesan hewan kurban di perternakannya bukan hanya dari lokal Pati saja, melainkan dari bebagai daerah. Seperti dari Jakarta, Pekalongan, Jepara, Demak, Kudus, dan Grobogan.

“Untuk harga kita sistem penjualannya adalah per timbang hidup. Kalau sapi per kilogramnya Rp 58 ribu, kalau domba jantan Rp 75 ribu dan betina Rp 57 ribu per kilogramnya,” jelas pemilik peternakan Elfeed Cattle Sheep & Concentrat ini.

“Per ekor untuk domba rata-rata Rp 2,3 juta sampai Rp 2,5 juta. Itu sudah bisa untuk berkorban. Kalau sapi mulai dari Rp 20 juta sampai Rp 55 juta kami ada. Paling besar laku Rp 55 juta itu bobot 850 kilo dibeli warga Pati sendiri,” lanjut dia.

Hyro mengatakan, usaha peternakan ini sudah ia geluti selama sembilan tahun. Mulanya ia hanya mencoba memanfaatkan potensi yang ada di desa, seperti ketersediaan air untuk kebutuhan ternak hingga banyaknya bahan baku pakan ternak.

“Menekuni usaha ternak hampir sembilan tahun. Dulu awalnya kita coba-coba mengembangkan potensi yang ada di desa sehingga ternak inilah yang kita tekuni dan alhamdulillah ada hasilnya, jadi perlu kita kembangkan lagi. Kalau awalnya saya punya sapi mulai 15 ekor, alhamdulillah sekarang sudah 100 ekor,” ungkap dia.

Menurut dia, untuk merawat hewan ternak tergolong mudah. Sebab bahan untuk pakan mudah didapatkan.

Ia mempekerjakan delapan orang untuk merawat sapi dan kambing di kandang miliknya yang berukuran 50 x 40 meter ini.

“Perawatan lebih mudah kalau ditekuni. Karena pakannya kan kita produksi sendiri sehingga kualitas dagingnya itu sesuai yang diharapkan jagal. Kita produksi daging super. Pakannya dibuat dari berbagai macam bahan, ada jagung, kedelai, dan ada ramuan termasuk vitamin dan mineral,” ungkap dia.

Meskipun demikian, Hyro tak memungkiri jika sapi impor menjadi ancaman bagi peternak lokal. Namun ia sudah menentukan langkah untuk mengatasi ancaman tersebut.

“Kendalanya ada sapi impor sehingga sapi lokal hargnya turun terjun bebas. Jadi nanti kita mau coba sapi impor mengikuti jalannya zaman ini,” tandas pria yang merupakan Kepala Desa Prawoto ini.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close