17
September
2026
Kamis - : WIB

Panitia Karnaval Ngepungrojo Pati Lapor Polisi, Ini Sebabnya

wartaphoto
2024/07/26 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Panitia karnaval di Desa Ngepungrojo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, laporkan selompok pemuda ke Polisi. Pasalnya, sekelompok pemuda itu diduga telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan.

Ketua Panitia Karnaval, Suryono mengatakan, sekelompok pemuda itu diduga telah melakukan tindakan ke arah asusila kepada seorang remaja perempuan peserta karnaval.

“Kami dari panitia melaporkan ke Polresta Pati agar ditindaklanjuti, karena itu melanggar perbuatan tidak menyenangkan. Selain itu juga pihak perempuan yang ditarik itu merasa harga dirinya direndahkan,” kata dia kepada Wartaphoto, Jumat (26/7/2024).

Ia menceritakan kejadian itu bermula ketika ada karnaval keliling desa pada Minggu (21/7/2024) lalu. Awalnya, karnaval itu berjalan lancar dan tertib.

Namun ketika peserta karnaval sampai di jalan Dukuh Ngepungtempel, lanjut Suryono, ada sekelompok pemuda yang sedang menonton karnaval diduga tengah mengonsumsi minuman keras.

Kemudian, salah satu pemuda menarik perempuan berusia 21 tahun yang merupakan peserta karnaval untuk dibawa ke kelompoknya.

“Peserta perempuan itu ditarik dengan paksa oleh salah satu pemuda inisial P sampai ke seberang jalan dan mau didudukkan di kelompoknya yang sedang minum -minuman keras,” terang Suryono.

Perempuan itu pun melakukan perlawan. Sementara peserta lainnya juga menarik perempuan tersebut untuk kembali ke barisan karnaval. Saat itulah terjadi keributan antara kelompok pemuda dengan peserta karnaval.

“Di situlah sekelompok pemuda menantang dan membuat provokasi peserta akhirnya terjadi keributan. Saat itu kebetulan ada pemuda yang mabuk terperosok saluran air di situ,” jelas dia.

Keributan itu akhirnya bisa diredakan oleh petugas keamanan Babinsa dan Bhabinkamtibmas di lokasi. Namun seorang peserta perempuan diduga mengalami pelecehan tindakan asusila oleh salah satu orang dari sekelompok pemuda tersebut.

“Terjadi dugaan pelecehan dengan cara ditarik tangan dengan paksa, karena adanya perlawanan sehingga peserta ini dirangkul dan akhirnya mengenai area sensitif bagi perempuan,” tutur dia.

“Harga diri perempuan yang ditarik dan dirangkul oleh salah satu pemuda yang minum minuman keras merasa direndahkan dan berakibat pada mental perempuan itu sendiri,” lanjut dia.

Sementara itu Ketua Panitia Acara Haul Syekh Kholifah Desa Ngepungrojo, Suyanto, menyayangkan adanya sekelompok pemuda tidak bertanggung jawab yang mengkonsumsi miras.

Ia menyebut, pihaknya sudah memberikan imbauan dengan cara memberikan surat edaran kepada peserta karnval agar tidak membawa miras. Para peserta karnaval akhirnya tidak ada yang membawa miras.

“Justru penonton dari luar yang mengkonsumsi miras di tepi jalan sambil menonton jalannya karnaval. Itu yang sangat kami sesalkan sehingga terjadi insiden tersebut,” kata dia kepada Wartaphoto.

Ia berharap agar kasus tersebut ditindaklanjuti oleh petugas Kepolisian.

“Jadi setelah kejadian, petugas menyisir lokasi dan ditemukan dua botol miras bekas di selokan. Sekarang disimpan untuk barang bukti,” ucap dia.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close