
WARTAPHOTO.net. JATENG – Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi Partai NasDem, Hj. Sri Wulan, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) reses ke daerah pemilihan Jawa Tengah III pada masa reses masa persidangan II tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak 31 Maret hingga 8 April 2025 itu meliputi berbagai wilayah seperti Kabupaten Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan, dengan beragam bentuk dialog, diskusi, hingga aksi lingkungan yang sarat aspirasi.
Reses diawali pada 31 Maret 2025 di Desa Dukuhmulyo, Pati, bersama tokoh masyarakat dalam bentuk dialog santai. Masyarakat menyuarakan berbagai keluhan mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga persoalan infrastruktur seperti gorong-gorong yang mampet dan penerangan jalan umum yang sering padam.
Pada 1 April 2025, Sri Wulan menyambangi MAN 2 Rembang dan berdialog dengan para siswa dalam format seminar. Diskusi tersebut menjadi ruang interaktif untuk menjaring aspirasi kaum muda, sekaligus memperkenalkan peran legislatif dalam memperjuangkan isu-isu sosial dan keagamaan yang relevan bagi generasi pelajar.
Dilanjutkan pada 2 April 2025 di Kabupaten Blora, Sri Wulan menggelar diskusi santai dengan jajaran Kementerian Agama setempat. Isu utama yang mencuat adalah peliknya proses pendaftaran dan biaya ibadah haji, pengelolaan dana haji, serta sejumlah keluhan terkait gagalnya pemberangkatan calon jemaah haji plus ke Tanah Suci.
Kunjungan berikutnya pada 3 April 2025 dilakukan di Desa Gubug, Grobogan, di mana Sri Wulan menemui kelompok ternak kambing. Di sana, ia turut menyaksikan pelatihan budidaya ternak sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi warga melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Isu haji kembali mencuat dalam kunjungan pada 4 April 2025 di Kantor Kemenag Grobogan. Dalam kegiatan pemantapan kloter pertama calon jemaah haji, Sri Wulan menerima keluhan tentang panjangnya masa tunggu haji, pembatasan kuota, serta meningkatnya biaya yang makin memberatkan. Kebijakan administratif seperti kewajiban vaksin dan PCR juga menjadi perhatian serius.
Pada 5 April 2025, fokus berpindah ke kesejahteraan guru madrasah. Bertempat di MTsN 1 Gubug, Sri Wulan berdialog dengan para tenaga pendidik mengenai rendahnya honorarium guru honorer, ketimpangan proses sertifikasi, dan tantangan kesejahteraan psikologis.
Keesokan harinya, 6 April 2025, Sri Wulan mengecek langsung kondisi tanggul Sungai Tuntang di Kecamatan Gubug, Grobogan. Dua desa terdampak parah, yakni Baturagung dan Papanrejo, mengalami kerusakan besar akibat jebolnya tanggul, dengan belasan rumah hanyut terbawa banjir. Kunjungan ini menjadi bagian dari pengawasan langsung terhadap dampak bencana serta kebutuhan penanganannya.
Sri Wulan juga menunjukkan kepedulian pada harmoni sosial melalui kunjungan ke sebuah vihara di Pati pada 7 April 2025. Dalam kunjungan tersebut, ia membuka ruang dialog lintas agama sebagai bentuk penguatan toleransi dan kohesi sosial.
Reses ditutup dengan aksi lingkungan di MAN 1 Pati, pada 8 April 2025. Bersama guru dan siswa, Sri Wulan melakukan penanaman 300 pohon sebagai bentuk komitmen terhadap mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan.
Serangkaian kunjungan tersebut memperlihatkan keseriusan Hj. Sri Wulan dalam menjalankan tugas konstitusional untuk menyerap, menyuarakan, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Ia menyentuh isu strategis dari akar rumput—mulai dari infrastruktur dasar, pendidikan, hingga persoalan keumatan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Sikap terbuka dan responsif ini diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan rakyat dengan kebijakan negara yang berpihak pada kesejahteraan bersama.
Reporter: Revan
Editor: A. Muhammad