17
September
2026
Kamis - : WIB

Hari Tani Nasional, Petani Pati Desak Penutupan Tambang di Pegunungan Kendeng

wartaphoto net
2025/09/24 pada Pati

WARTAPHOTO.NET. PATI – Sejumlah petani menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Kabupaten Pati, Rabu (24/9/2025) siang. Aksi ini merupakan peringatan Hari Tani Nasional.

Massa yang datang berasal dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Serikat Petani Pati, Sukolilo Bangkit, hingga petani dari Pundenrejo Kecamatan Tayu. Pada aksi ini mereka menuntut sejumlah hak petani.

Koordinator JMPPK, Gunretno, mengatakan bahwa salah satu tuntutan dalam aksi ini adalah penutupan semua tambang di Pegunungan Kendeng Pati. Menurutnya, aktivitas tambang dapat merusak lingkungan.

“Karena sampai sekarang dinyatakan ada empat tambang yang dinyatakan berizin dan kami menanyakan sejauh mana izinnya kepada ESDM. Tapi belum ada jawaban jelas. Ada 60 item yang harus ditepati oleh para penambang,” ungkap dia.

Ia menyebut pihaknya telah menyampaikan persoalan tambang ini saat diterima audiensi dengan Bupati Pati Sudewo. Pihaknya memberikan batas waktu 14 hari kepada Sudewo untuk menutup semua tambang di Pegunungan Kendeng.

“Kami berikan deadline kepada Pak Sudewo dalam waktu 14 hari ini kami menuntut penutupan tambang di wilayah pegunungan kendeng, terutama galian C di Pegunungan Sukolilo dan Kayen,” ucap dia.

Apabila dalam batas waktu yang telah ditentukan bupati tak memenuhi tuntutan, pihaknya mengancam akan melakukan aksi serupa dan bakal terus menuntut kepada Bupati Pati Sudewo.

“Kami minta ditutup itu kami punya argumentasi. Hasil lingkungan strategis nilai valuasi ekonomi itu adanya tambang merugikan masyarakat Pati,” terang dia.

Menurut Gunretno, dari 17 tambang galian C di Pegunungan Kendeng Pati, empat di antaranya legal. Namun ia menilai tambang legal ini juga merusak lingkungan. Maka pihaknya mendesak Bupati Pati Sudewo untuk menutup juga tambang tersebut.

“Karena kerusakan begitu besar. Pengeluar izin juga harus bertanggungjawab. Karena izin yang keluar tidak sesuai dengan peruntukkan,” ujar dia.

Ia pun menyebut banyak kerugian dari aktivitas penambangan ini. Di antaranya, Pati selatan menjadi wilayah langganan banjir saat musim hujan dan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Bupati Pati Sudewo menemui perwakilan massa aksi Hari Tani

Sementara itu Bupati Pati Sudewo, menegaskan sikapnya yang sejalan dengan aspirasi masyarakat Kendeng.

“Ada masukan yang sangat bagus dan saya sangat setuju. Pertama, menghijaukan kembali Gunung Kendeng untuk bisa berfungsi sebagai konservasi air supaya tidak ada banjir dan mata airnya biar mengalir terus,” kata Sudewo.

Bupati juga menyatakan penolakannya terhadap keberadaan industri ekstraktif yang merusak lingkungan di Kendeng.

“Saya setuju tidak akan merekomendasi izin tambang lagi di wilayah Gunung Kendeng dan bagi tambang yang ilegal itu harus ditertibkan. Saya juga tidak merekomendasi berdirinya pabrik semen, jadi itu intinya,” tegas dia.

Sejumlah Petani Pundenrejo turut bergabung dalam aksi menuntut penolakan permohonan hak pakai PT LPI

Persoalan Petani Pundenrejo

Dalam aksi itu, massa juga mendesak penetapan lahan sengketa di Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu sebagai lahan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

”(Meminta) Gugus Tora menyerahkan 7,3 hektare kepada 99 warga Desa Pundenrejo,” kata Gunretno.

Adapun terkait persoalan yang melibatkan warga Pundenrejo, Sudewo menyampaikan bahwa dirinya telah meminta Asisten I Sekda Pati untuk melakukan kajian hukum secara mendalam.

“Intinya saya sependapat dan mendukung warga Pundenrejo, tapi kajian hukumnya harus didalami,” pungkas Bupati.

Reporter: Arton, Putra

Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close