16
September
2026
Rabu - : WIB

Sri Wulan Turun ke Daerah, Serap Isu Haji, Pertanian, hingga Bantuan untuk Difabel dalam Kunker Reses Masa Persidangan 1

wartaphoto net
2025/10/16 pada Nasional

WARTAPHOTO.net. JATENG — Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Hj. Sri Wulan, S.E., M.M., melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) Reses Masa Persidangan I Tahun 2025 ke daerah pemilihannya yang meliputi Kabupaten Pati, Blora, dan Grobogan. Kegiatan berlangsung selama 8 hingga 16 Oktober 2025 dan diisi dengan serangkaian pertemuan, dialog, serta kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dalam masa reses tersebut, Sri Wulan menegaskan bahwa kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk nyata komitmen dalam memperjuangkan aspirasi konstituen. Ia berdialog dengan berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, kepala desa, guru, petani, hingga komunitas difabel. Setiap pertemuan menjadi wadah untuk menyerap aspirasi, mendengar keluhan, dan mencari solusi atas berbagai persoalan di lapangan.

Beragam isu muncul dalam kegiatan reses itu. Kegiatan pertama digelar pada 8 Oktober 2025 di Rumah Makan Pak Tanjung, Kabupaten Pati, dengan peserta tokoh masyarakat dan kepala desa. Dalam dialog santai tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai persoalan mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, hingga infrastruktur.

Beberapa keluhan yang mencuat di antaranya gorong-gorong mampet yang menyebabkan genangan dan banjir, serta penerangan jalan umum (PJU) yang sering mati di sejumlah titik

Keesokan harinya, 9 Oktober 2025, Sri Wulan menyapa calon jamaah haji dan masyarakat umum di SMK Tama Jaya, Desa Dukuhmulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.

Dalam kegiatan sosialisasi penyelenggaraan ibadah haji itu, ia menekankan pentingnya pemahaman calon jamaah terhadap prosedur dan kelengkapan dokumen perjalanan ibadah haji seperti paspor, visa, dan dokumen administrasi lainnya.

Sebanyak 103 calon jamaah haji menerima penjelasan terkait validasi dokumen keberangkatan serta pemeriksaan kesehatan sebagai syarat wajib haji, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit.

Pada 10 Oktober 2025, Sri Wulan menggelar Sosialisasi Jagong Masalah Umrah dan Haji di Hotel Blora bersama Kandepag dan jajarannya.

Dalam kegiatan ini dibahas beragam persoalan seputar pendaftaran haji, biaya, akomodasi, hingga pengelolaan dana haji. Termasuk pula keluhan sejumlah jamaah haji plus yang gagal berangkat ke Tanah Suci akibat kendala administratif dan teknis.

Selanjutnya, 11 Oktober 2025, Sri Wulan menerima audiensi 50 kelompok tani Kabupaten Pati di kediamannya. Pertemuan tersebut membahas koordinasi dengan BPBD Pati dan BNPB mengenai realisasi stimulan tahap II bagi petani korban puso yang belum menerima bantuan.

Sri Wulan menyatakan komitmennya untuk mengawal pencairan stimulan agar para petani terdampak gagal panen segera mendapatkan haknya.

Kegiatan berlanjut pada 12 Oktober 2025 di Hotel Aston Rembang, di mana Sri Wulan menghadiri seminar penguatan tata kelola dan layanan pendidikan Islam.
Acara yang diikuti oleh 200 guru madrasah PGIN Rembang ini bertujuan meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dan mendorong pengelolaan lembaga pendidikan yang lebih modern dan akuntabel.

Pada 13 Oktober 2025, Sri Wulan berdialog santai dengan para guru Madrasah Aliyah Madarijul Huda, Kabupaten Grobogan.
Diskusi ini menyoroti berbagai masalah pendidikan, seperti keterbatasan fasilitas, kesejahteraan guru, rendahnya minat siswa, dan tantangan penerapan kurikulum baru.

Ia menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru dan perbaikan sarana madrasah agar mutu pendidikan Islam semakin kompetitif.

Masih di Kabupaten Pati, pada 14 Oktober 2025, Sri Wulan menyerahkan bantuan alat bantu disabilitas (ATENSI) kepada komunitas difabel di MA Madarijul Huda, Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti.

Bantuan dari Kementerian Sosial RI melalui Margo Laras ini disalurkan atas aspirasi Sri Wulan yang juga anggota Komisi VIII DPR RI.

Kegiatan tersebut turut didampingi Dinas Sosial Kabupaten Pati sebagai bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat pelayanan sosial inklusif.

Agenda berikutnya berlangsung pada 15 Oktober 2025 di Hotel Azana Blora, berupa seminar implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE) bersama guru dan dosen PGIN Blora. Sri Wulan menyoroti masih adanya kendala sumber daya manusia, keterbatasan teknologi, dan resistensi terhadap perubahan dalam penerapan kurikulum tersebut.

Ia mendorong lembaga pendidikan tinggi untuk beradaptasi dengan paradigma baru dalam merancang capaian pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam penutupan masa resesnya, pada tanggal 16 Oktober 2025, Sri Wulan menyoroti isu moderasi beragama di lingkungan madrasah. Menurutnya, tantangan utama berasal dari pengaruh konten radikal di media sosial, beban kurikulum yang padat, serta minimnya integrasi nilai kemanusiaan dalam proses belajar mengajar.

“Moderasi beragama harus dimulai dari dunia pendidikan. Guru harus menjadi teladan dalam menanamkan nilai toleransi dan kemanusiaan,” tegas Sri Wulan.

Rangkaian kegiatan reses ini menunjukkan keseriusan Hj. Sri Wulan dalam menyerap aspirasi, mencari solusi, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah pemilihannya.
Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI, ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan isu-isu strategis di bidang agama, sosial, kebencanaan, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.

“Setiap masukan dari masyarakat adalah bahan penting untuk kami perjuangkan di parlemen. Saya ingin suara warga di dapil benar-benar terdengar,” ungkapnya menutup masa reses.

Reporter: Revan

Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close