16
September
2026
Rabu - : WIB

Banjir Melanda, IDI Pati dan Puskesmas Dukuhseti Berikan Pengobatan Gratis

wartaphoto
2026/01/17 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. DUKUHSETI– Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pati bersama Puskesmas Dukuhseti menggelar bakti sosial pengobatan gratis bagi korban bencana banjir di Desa Ngagel, Sabtu (17/1/2026) siang.

Masyarakat tampak antusias memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan kesehatannya, terutama karena banyak warga yang mengeluhkan gatal-gatal pada kulit akibat banjir.

Ria Fitriani, warga Dukuh Cepoko Desa Ngagel, adalah salah satu yang berobat ke balai desa. Ia mengeluh sakit gigi saat rasa dingin datang, apalagi kondisi cuaca masih sering hujan dengan intensitas tinggi.

“Saya dapat informasi dari grup WA RT kalau ada pengobatan gratis, jadi saya langsung ke sini. Ini giginya sering kumat kalau pas cuaca dingin,” ungkapnya sambil menunggu antrean.

Selain itu banyak juga warga yang datang untuk meminta obat kutu air dan,obat demam hingga mengeluhkan linu pada sendi-sendi tulang.

Kepala Puskesmas Dukuhseti, Mujiyono, menjelaskan bahwa pengobatan gratis di balai Desa Ngagel merupakan wujud kepedulian IDI Kabupaten Pati dan Puskesmas Dukuhseti terhadap korban banjir.

“Layanan pengobatan gratis ini kolaborasi dengan IDI, dilaksanakan sehari ini saja. Namun ada kegiatan pelayanan kesehatan di posko yang setiap hari kita lakukan di tempat-tempat titik-titik banjir,” ujarnya.

Mujiyono mengungkapkan bahwa warga yang datang kebanyakan mengeluh gatal-gatal pada kulit, terutama kutu air.

“Paling banyak penyakit kulit, bahasa kerennya itu ‘rangen’ (kutu air) memang itu penyakit yang lazim terjadi pascabanjir,” tuturnya.

Kepala Puskesmas Dukuhseti mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama pascabanjir. Ia pun mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit leptospirosis yang mungkin saja terjadi.

“Setiap pascabanjir terjadi, nanti dikhawatirkan ada tikus masuk ke rumah, sehingga kencing disitu akan menyebabkan penyakit leptospirosis,” tegasnya.

Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit.

“Kami selalu berikan imbauan ataupun edukasi pada masyarakat, hati-hati terhadap tikus. Sehingga makanan-makanan harus ditutup sehingga tidak terkena kencingnya,” tutup Mujiono.

Diketahui, penyakit kencing tikus (Leptospirosis) merupakan penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Penyakit ini sering menular saat banjir atau genangan air yang tercemar urine hewan terinfeksi (terutama tikus).

Penularan terjadi lewat luka kulit atau selaput lendir saat kontak dengan air/tanah kotor, dengan gejala mirip flu berat (demam, sakit kepala, nyeri otot).

Reporter : Dimas
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close