
WARTAPHOTO.NET. PATI – Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (KC) Pati mulai menyalurkan MinyaKita ke pasar-pasar tradisional di wilayah eks-Karesidenan Pati. Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan stok sekaligus menjaga harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat, sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pemimpin Bulog KC Pati, Meitha Nova Riany, mengungkapkan bahwa pihaknya menyiapkan stok sebanyak 500 ribu liter MinyaKita per bulan untuk didistribusikan ke Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang, dan Blora.
”Kami berupaya ‘menghijaukan’ pasar dengan MinyaKita. Targetnya 500.000 liter per bulan untuk wilayah eks-Karesidenan Pati. Dalam waktu belum genap dua minggu, kami sudah menyalurkan sekitar 100.000 liter ke pasar-pasar,” ujar Meitha usai memantau penyaluran di Pasar Puri Baru Pati, Jumat (30/1/2026).
Penyaluran ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menstabilkan harga minyak goreng di pasaran. Saat ini, MinyaKita dipatok dengan harga Rp15.700 per liter.
”Ini bukti pemerintah hadir agar masyarakat bisa menjangkau MinyaKita dengan harga yang sesuai, yakni Rp15.700 per liter. Kami menargetkan seluruh stok awal tahun 2026 ini akan tersalurkan sepenuhnya pada pekan pertama Februari mendatang,” tutur dia.
Dalam pelaksanaannya, Bulog bersinergi dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin). Pengawasan ketat dilakukan agar harga di tingkat konsumen tidak melebihi ketentuan yang tercatat dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Sementara itu, Kabid Perdagangan Disdagperin Kabupaten Pati, Indyah Tri Astuti, mengapresiasi langkah cepat Bulog. Menurutnya, intervensi ini sangat dibutuhkan karena harga minyak goreng di pasaran sempat merangkak naik di atas HET.
”Kami berterima kasih kepada Bulog karena menjalankan program pemerintah pusat untuk stabilisasi harga kebutuhan pokok (kepokmas). Program ini menyasar langsung konsumen, sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga yang stabil,” tutur Indyah.
Dampak positif juga dirasakan oleh para pedagang. Hanik, salah satu pedagang sembako di Pasar Puri Baru, mengaku terbantu dengan pasokan MinyaKita dari Bulog. Ia menyebut harga minyak goreng curah saat ini masih tergolong tinggi.
”Harga minyak goreng curah per kilogramnya masih di atas Rp18.000. Dengan adanya MinyaKita dari Bulog, saya bisa menjual dengan harga yang lebih ramah di kantong masyarakat. Peminatnya cukup banyak, sehari bisa habis 5 sampai 10 dus,” ungkap dia.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad.