
WARTAPHOTO.NET. NASIONAL –Pemandangan berbeda terlihat di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (12/2/2026). Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) hadir bukan untuk berdemonstrasi, melainkan untuk menggelar doa bersama dan prosesi potong tumpeng di pelataran kantor lembaga antirasuah tersebut.
Aksi damai ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus harapan warga Pati atas langkah tegas KPK dalam mengusut tuntas dugaan kasus korupsi yang menyeret sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, termasuk Bupati nonaktif, Sudewo.
Bahkan, massa dari AMPB itu juga memberikan simbolis kalung bunga kepada perwakilan KPK yang menemuinya.
Setidaknya ada 99 orang yang ikut berangkat ke KPK secara swadaya. Warga secara sukarela iuran agar dapat berangkat ke Jakarta untuk menggelar tumpengan di Gedung Lembaga anti rasuah tersebut.
“Kami ingin mengapresiasi KPK. Karena kami orang Jawa ya syukuran. Makanya kami memilih tumpengan untuk kemudian tumpengnya dimakan bersama-sama,” kata salah seorang perwakilan AMPB, Husaini.
Menurut Husaini, terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) yang ikut menyeret Bupati Pati nonaktif, Sudewo merupakan pukulan telak. Sehingga pihaknya berharap agar kasus tersebut dapat diusut tuntas.
“Kami berharap diselesaikan sampai tuntas. Sampai ke desa-desa, termasuk yang ada di koperasi. Jangan sampai nanti jadi beban,” ucap dia.
“Dengan adanya kepala desa yang ikut dijadikan tersangka, maka masyarakat tentunya juga akan terdampak. Tentu ikut malu. Semoga dituntaskan,” lanjut Husaini.
Perwakilan AMPB lainnya, Syaiful Huda menambahkan, tumpengan itu bukanlah simbol kemenangan. Melainkan, pihaknya mendoakan agar nantinya Kabupaten Pati dapat terbebas dari kasus korupsi.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad