16
September
2026
Rabu - : WIB

Nandur Banyu Nali Lemah Lan Watu, Cara Kreatif Pelajar di Kayen Pati Jaga Ekosistem Karst Kendeng

wartaphoto
2025/12/31 pada Berita, Pati, Pendidikan, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Sebuah aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan ditunjukkan oleh puluhan pelajar di Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati. Melalui kegiatan bertajuk “Nandur Banyu Nali Lemah Lan Watu”, para siswa diajak untuk lebih peduli dan memahami peran vital Pegunungan Kendeng bagi kehidupan.

​Kegiatan yang berlangsung pada 28-29 Desember 2025 ini diprakarsai oleh Sispala Jaga Prana SMA N 1 Kayen dengan menggandeng Teater Sekar Langit SMA PGRI 2 Kayen, serta para aktivis lingkungan. Bertempat di Desa Brati, lereng Pegunungan Kendeng menjadi ruang kelas alam bagi para peserta.

​Bukan sekadar teori, para siswa diajak melakukan susur Gua Gogor dan Gua Lowo untuk melihat langsung keindahan kawasan karst. Di dalam gua, mereka mengamati stalaktit dan stalagmit yang terus meneteskan air sebagai bukti alami bahwa Pegunungan Kendeng adalah penyerap air yang luar biasa.

“Kami tunjukkan bagaiamana Pegunungan Kendeng sebagai kawasan karst begitu penting. Karakter pegunungan yang bisa menyerap air. Ditunjukkan dengan adanya stalaktit dan stalagmit yang masih meneteskan air hingga saat ini,” kata guru SMA N 1 Kayen, Aziz Wisanggeni.

Aktivis dari Kendeng Adventure juga digandeng untuk memberi wawasan lingkungan kepada para siswa. Menariknya diskusi itu juga diadakan di dalam Gua Lowo.

Selain itu juga disampaikan materi terkait pemanfaatan sampah menjadi bahan seni tepat guna sekaligus pemanfaatan media untuk alam dan lingkungan yang disampaikan oleh jurnalis.

“Kami juga mengajak para siswa untuk berkemah di bukit Layang. Kami ajak mereka untuk merasakan langsung alam yang indah ini,” ungkap pria yang merupakan Pembimbing Ekstrakurikuler Siswa Pecinta Alam SMAN 1 Kayen ini.
​Petualangan berlanjut dengan susur Sungai Bandung sepanjang tiga kilometer. Para siswa melewati Jembatan Lokomotif peninggalan Belanda, Kedung Jurug, hingga melihat lokasi yang masih menyimpan diduga fosil binatang.

​Sebagai aksi nyata untuk memitigasi banjir yang kerap melanda wilayah Pati Selatan, kegiatan ini ditutup dengan penanaman 100 pohon mangga. Pemilihan pohon mangga bukan tanpa alasan, selain akarnya yang kuat untuk membantu resapan air ke tanah.

“Karena seperti diketahui hampir setiap tahun di kawasan Pati Selatan sering terjadi bencana banjir. Sementara pohon mangga sendiri memiliki karakter pohon keras dengan akar yang menjadikan air mudah meresap ke tanah,” tutur dia.

Selain itu pohon buah itu dinilai memiliki banyak manfaat. Baik bagi manusia maupun habitat di Pegunungan Kendeng seperti untuk pangan hewan.

“Harapannya lewat kegiatan semacam ini bisa membuat para siswa menjadi lebih peduli untuk melestarikan lingkungan. Bagaimanapun generasi muda seperti mereka yang akan berperan besar di masa mendatang,” tandas dia.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close