16
September
2026
Rabu - : WIB

Menu MBG saat Ramadan di Pati Tuai Kritik, Dinilai Tak Sesuai Anggaran

wartaphoto
2026/02/24 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. ​PATI – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan di Kabupaten Pati tengah menjadi sorotan publik. Selain dinilai kurang layak, harga menu yang disajikan diduga jauh di bawah standar nominal yang telah ditetapkan pemerintah.

​Keluhan tersebut ramai disuarakan warga melalui media sosial. Banyak orang tua siswa mengunggah foto menu MBG yang mereka terima dan mencoba mengalkulasi harganya. Hasilnya, beberapa menu diperkirakan tidak mencapai Rp7.000.

​Sebagian besar menu yang dibagikan berupa buah pisang atau jeruk, roti, dan kacang-kacangan, terkadang ditambah susu atau sari kacang hijau.

​Ali, warga Kecamatan Batangan, mengungkapkan bahwa pada Selasa (24/2/2026), anaknya menerima menu berupa sari kacang hijau, donat, dan kue kering. Ia memperkirakan harga menu tersebut tidak sampai Rp6.000.

“Bukannya tidak bersyukur, tapi apakah standar menunya memang seperti ini?” tanya dia.

​Kholis, warga Kecamatan Gembong, menyampaikan hal serupa. Dalam tiga hari terakhir, anaknya menerima kotak susu kecil, roti, dan biskuit. Menurutnya, jika dikalkulasi harganya hanya berkisar Rp6.000.

“Untuk menunya selama tiga hari itu ada tiga kotak susu kecil, tiga roti, dan biskuit,” kata dia.

​Menanggapi hal tersebut, Koordinator MBG Wilayah Pati, Ahmad Khoirul Basar, menegaskan bahwa alokasi anggaran selama Ramadan tidak berubah. Rinciannya, menu besar untuk kelas 4 sekolah dasar (SD) hingga Sekolah menengah atas (SMA) sebesar Rp10 ribu. Sementara menu kecil bagi anak PAUD hingga kelas 3 SD sebesar Rp8 ribu.

“Untuk ibu hamil sebesar Rp 10 ribu kalau balita Rp 8 ribu,” ucap dia.

Saat disinggung soal keluhan masyarakat terkait perkiraan harga MBG di bawah standar itu, Basar menyarankan agar pihak terkait menanyakan detailnya langsung kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Karena berita di medsos belum tentu sama seperti di lapangan,” jelas dia.

​Meski demikian, Basar mengakui pihaknya sempat menemukan kasus serupa di lapangan dan telah melayangkan teguran. Dia menyebut selama ini juga melakukan pemantauan terhadap progam yang berjalan.

“Ada beberapa yang kami tegur. Kami koordinasikan dengan kepala SPPG kenapa bisa kurang. Sudah kami laporkan namun untuk sanksi tetap dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat,” jelas dia.

Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close