
WARTAPHOTO.NET. PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) tengah mengupayakan perbaikan infrastruktur ekonomi rakyat. Sejumlah pasar tradisional diusulkan kepada pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan revitalisasi.
Kepala Disdagperin Kabupaten Pati, Bhakti Junior Isrony, menjelaskan bahwa usulan tersebut sudah diajukan sejak awal tahun 2025. Pihaknya berharap usulan ini dapat segera disetujui agar pengerjaannya bisa terealisasi pada Anggaran Perubahan 2026.
“Kita usulkan kemarin di awal tahun 2025, semoga nanti di perubahan di 2026 ini bisa terealisasi,” kata Isrony, Jumat (13/3/2026).
Menurut dia, revitalisasi ini dinilai mendesak mengingat kondisi fisik di beberapa pasar tradisional tersebut sudah mengalami kerusakan. Saat ini, usulan revitalisasi sudah selesai di tahap input data melalui sistem Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP) dan tinggal menunggu proses review dari Pemerintah Pusat.
“Jadi proses yang kita laksanakan adalah input data proposal itu lewat aplikasi SISP semuanya kita sudah sampaikan semua tinggal menunggu review dari pusat untuk kelanjutannya dari usulan yang kita sampaikan,” jelas dia.
Adapun usulan revitalisasi pasar tradisional meliputi pasar Sleko I dan II dengan anggaran Rp30 Miliar, pasar Puri juga diusulkan anggaran sebesar Rp5 miliar, dan pasar Winong I sebesar Rp4 miliar.
Selain itu, untuk los ikan dan kios darurat di pasar Gembong diusulkan anggaran sebesar Rp3,5 miliar, pasar Trangkil kurang lebih Rp3 miliar untuk revitalisasi los ikan dan tempat bongkar muat. Serta, pasar Porda di Juwana dan pasar Tayu Kulon.
“Kemudian pasar Porda di Juwana itu sebesar Rp2 miliar untuk revitalisasi dua los brambang yang terbakar. Yang terakhir pasar Tayu Kulon untuk pembangunan los Ayam dan los Kambing,” tandas dia.
Reporter : Putra
Editor : A. Muhammad