16
September
2026
Rabu - : WIB

Waspada! 6 Kasus Campak Ditemukan di Pati pada Awal 2026

wartaphoto
2026/03/15 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. ​PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati melaporkan temuan 6 kasus campak pada awal tahun 2026. Berdasarkan data terkini, mayoritas pasien merupakan anak-anak di bawah usia 10 tahun yang tersebar di beberapa kecamatan.

​Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Salis Diah Rahmawati, merincikan sebaran kasus tersebut berada di ​Kecamatan Tayu sebanyak 4 kasus, Kecamatan Tambakromo 1 kasus, dan Kecamatan Sukolilo 1 kasus.

Salis menjelaskan, mereka yang terjangkit penyakit ini mengalami beberapa gejala. Mulai demam tinggi yang mencapai 38–40°C, batuk terus-menerus, pilek atau hidung berair, mata merah yang sensitif terhadap cahaya, lemas dan nafsu makan menurun.

“Setelah beberapa hari muncul bintik merah di kulit atau ruam. Biasanya mulai dari belakang telinga dan wajah lalu menyebar ke leher, badan, tangan, hingga kaki, bintik putih kecil di dalam mulut atau yang disebut bintik Koplik dan demam biasanya masih tinggi saat ruam muncul,” jelas dia, Minggu (15/3/2026).

Selain itu, juga muncul gejala lain yang biasa menyertai. Seperti sakit tenggorokan, diare dan kondisi tubuh sangat lemas.

Dinkes meminta masyarakat untuk segera periksa dan melapor jika mengalami gejala-gejala tersebut. Sehingga pencegahan penularan penyakit campak dapat dilakukan.

“Pencegahan campak imunisasi dengan Vaksin MR atau Vaksin MMR, cuci tangan dan terapkan etika batuk/bersin, hindari kontak dengan penderita, jaga daya tahan tubuh seperti makan bergizi, istirahat cukup. Segera periksa dan laporkan jika ada gejala,” tutur dia.

Pihaknya juga sudah melaksanakan vaksinasi untuk pencegahan campak. Mengingat, dari temuan 6 kasus campak, penderita belum melakukan vaksinasi.

“Yang melakukan vaksinasi puskesmas. Beberapa yang positif campak setelah kami lihat status imunisasi campaknya banyak yang belum,” tandas dia.

Dikutip dari BBC, menurut data Kementerian Kesehatan, di Indonesia ada sebanyak 72 kematian akibat campak sepanjang 2025-2026.

Pada tahun lalu, menurut Kemenkes, kasus suspek campak di Indonesia meningkat pesat, yaitu mencapai 64.822, meningkat lebih dari dua lipat dari tahunnya.

Dan tahun ini, temuan Kemenkes menyebutkan, sampai minggu kedelapan, jumlah kasus suspek mencapai 10.453 dengan kasus konfirmasi sebanyak 8.372. Adapun korban meninggal dilaporkan sebanyak enam orang. Sebagian besar kematian akibat campak itu adalah balita tanpa riwayat imunisasi campak.

Reporter : Putra
Editor : Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close