16
September
2026
Rabu - : WIB

Pati KLB Campak, 20 Kasus Ditemukan hingga Awal April 2026

wartaphoto
2026/04/03 pada Berita, Kesehatan, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati mengonfirmasi temuan 20 kasus positif campak di wilayah Bumi Mina Tani sepanjang Januari hingga awal April 2026. Temuan ini memicu penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

​Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pati, Salis Diah Rahmawati, mengungkapkan bahwa persebaran kasus kini meluas ke beberapa kecamatan. Jika awalnya hanya ditemukan 6 kasus di wilayah Sukolilo, Tayu, dan Tambakromo, kini tren peningkatan justru bergeser ke arah Margorejo.

​Menurut data terbaru, Kecamatan Margorejo menjadi penyumbang kasus terbanyak, khususnya di Desa Margorejo dan Jambean Kidul.

​“Awalnya hanya 6 kasus di Sukolilo, Tayu, dan Tambakromo. Selanjutnya kita dapat laporan lagi yang positif dari wilayah Margorejo yang terbanyak,” terang dia, Kamis (2/4/2026).

​Meski jumlah kasus cukup signifikan, Salis memastikan kondisi para pasien yang mayoritas adalah anak-anak sudah mulai stabil.

​“Alhamdulillah, berkat penanganan tepat dari nakes (tenaga kesehatan) di lapangan, pasien sudah berangsur sembuh dan membaik. Kebanyakan melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan tim nakes,” ungkap dia.

​Status KLB ditetapkan bukan tanpa alasan. Salis menjelaskan bahwa dalam kacamata medis, kemunculan dua kasus dengan gejala serupa di satu lingkungan yang sama (seperti kakak-adik atau satu sekolah) sudah cukup untuk menetapkan status waspada.

“Jangan sampai dibesarkan tetapi itu menjadi warning untuk masyarakat agar lebih berhati-hati, karena bagaimanapun juga penyakit campak ini adalah penyakit yang berbahaya,” tutur dia.

​Dinkes mengimbau orang tua untuk mengenali ciri-ciri khas campak agar bisa segera ditangani. Adapun ciri-cirinya antara lain demam tinggi dan flu, badan tersa sakit, muncul bintik merah (ruam) yang dimulai dari belakang telinga kemudian menyebar ke bagian tubuh.

​Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata penderita adalah anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi. Menanggapi hal ini, Dinkes Pati tengah mempersiapkan agenda vaksinasi massal sebagai langkah pemutus rantai penularan.

​Selain vaksin, masyarakat diminta menerapkan protokol kesehatan dasar, seperti menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan meningkatkan asupan makanan bergizi untuk memperkuat imun anak.

“Untuk antisipasinya, kita satu, PHBS jelas menjaga higiene cuci tangan sebelum makan. Kemudian kemarin kita sudah mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga anak-anak dari pusat keramaian karena rentan tubuhnya terutama untuk lebih ditingkatkan gizinya, makanannya untuk lebih diperhatikan,” pungkas dia.

Reporter: Putra
Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close