17
September
2026
Kamis - : WIB

BBM Solar Rp 30 Ribu, Ribuan Nelayan Pati Tak Bisa Melaut: Kami Minta Maksimal Rp 13.600

wartaphoto
2026/05/04 pada Berita, Pati, wartaphoto

WARTAPHOTO.NET. PATI – Harga BBM solar nonsubsidi yang tembus Rp 30 ribu membuat ribuan nelayan di Kabupaten Pati tak bisa melaut. Dari total armada di Juwana, hanya sekitar 15% kapal yang masih berangkat, itu pun menggunakan sisa stok lama.

Muhammad Agung, Koordinator Lapangan Aksi Damai Nelayan Perikanan Tangkap, menyebut kondisi ini membuat 1.500 hingga 1.600 nelayan saat ini menganggur.

Menurut Agung, nelayan tradisional di Juwana menggunakan sistem bagi hasil. Dengan biaya operasional naik Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per liter, hasil tangkapan tidak lagi cukup untuk menutup biaya.

“Akibat mahalnya BBM, nelayan tidak mendapatkan keuntungan sama sekali,” ujarnya, saat Aksi di Alun-Alun Pati, Senin (4/5/2026).

Dampaknya tidak hanya dirasakan nelayan lokal. Nelayan yang sedang beroperasi di wilayah jauh, seperti Papua, terpaksa pulang karena kehabisan BBM dan tidak sanggup melanjutkan pelayaran.

Dalam aksinya, para nelayan menuntut pemerintah menetapkan harga BBM solar nonsubsidi maksimal dua kali lipat dari harga solar subsidi.

“Mereka mengharapkan harga maksimal berada di angka Rp 13.600,” kata Agung.

Tuntutan ini disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto. Namun, nelayan meminta adanya kebijakan khusus agar sektor perikanan tangkap tetap bisa berjalan.

Aksi ini mendapat dukungan dari Plt Bupati Pati dan DPRD Kabupaten Pati untuk diteruskan ke pemerintah pusat.

Nelayan memberikan waktu 15 hari bagi pemerintah untuk memberikan komitmen atau solusi nyata. Jika tidak ada penurunan harga, mereka siap menggelar aksi demonstrasi langsung ke Jakarta.

“Jika tidak ada penurunan harga atau solusi nyata, para nelayan menyatakan siap untuk melakukan aksi ke Pemerintah Pusat,” tegas Agung.

Para nelayan berharap kebijakan harga BBM khusus segera diterbitkan agar kapal bisa kembali melaut dan rantai pasok ikan tidak terganggu.

Reporter: Dimas
Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close