
WARTAPHOTO.NET, JUWANA – Menyambut Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) / 2026, umat Buddha di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, menggelar kegiatan jalan santai berhadiah pada Minggu (7/6/2026) pagi. Mengusung tema ‘Mlaku Bareng Seneng Bareng’, acara yang dipusatkan di Desa Growong Lor ini sukses menyedot antusiasme hingga 700 peserta dari berbagai generasi.
Sejak pagi hari, suasana di Vihara Lokapanna Sampurna Desa Growong Lor tampak ramai dan dipadati warga. Umat Buddha dari berbagai penjuru wilayah Juwana berkumpul dengan penuh sukacita. Rute jalan santai sendiri mengambil titik start dari Vihara Lokapanna Sampurna, kemudian melintasi jalan-jalan di sekitar Desa Growong Lor, dan kembali finis di tempat semula.
Acara ini diikuti oleh seluruh elemen masyarakat lintas usia, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga para lansia. Semua membaur menjadi satu dalam semangat kebersamaan. Kemeriahan semakin memuncak karena panitia telah menyediakan berbagai doorprize menarik, di antaranya sepeda listrik, sepeda gunung, sepeda BMX, paket sembako, hingga beragam perlengkapan rumah tangga.
“Peringatan Waisak kali ini di Desa Growong Lor diadakan jalan santai seperti pada umumnya. Seluruh elemen umat Buddha Kecamatan Juwana dari berbagai kalangan, dari anak-anak sampai lansia antusias sekali, kurang lebih ada 700 orang,” ungkap Penanggung Jawab Kegiatan, Kisruh Adi Setiawan saat ditemui di lokasi acara.
Tidak hanya sekadar jalan sehat dan berbagi rezeki lewat undian hadiah, momentum ini juga menjadi panggung kreativitas bagi warga. Anak-anak yang tergabung dalam Vidyastudio tampil memukau menyumbangkan karya seni. Sementara itu, para lansia tidak mau kalah dengan unjuk suara melalui sesi karaoke.
“Selain pembagian doorprize, juga ada penampilan nyanyi dari anak-anak Vidyastudio serta karaoke lansia. Ada juga pembagian hadiah untuk para juara perlombaan kategori anak-anak dan lansia yang sudah digelar sebelumnya,” lanjut pria yang akrab disapa Adi tersebut.
Bagi Adi, yang juga bertindak sebagai koordinator lapangan, perayaan Waisak tahun ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan belaka. Rangkaian kegiatan yang inklusif ini diharapkan mampu menjadi pemantik untuk memperkuat iman serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Melalui berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, kami berharap Waisak bukan hanya sebatas rutinitas perayaan hari besar keagamaan. Namun, menjadi momentum bagi umat Buddha untuk memperkuat keyakinan dan keimanan, memperkokoh kerukunan, serta mengembangkan kepedulian sesama sebagai wujud tanggung jawab sosial,” tandasnya.
Reporter: Arton
Editor: A. Muhammad