
WARTAPHOTO.NET. MAGELANG – Guna memastikan keberlanjutan dan pemerataan jaminan kesehatan bagi masyarakat, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah VI terus melakukan akselerasi peningkatan mutu layanan dalam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hingga data terbaru per 31 Mei 2026, capaian kepesertaan JKN di wilayah Jawa Tengah – DIY telah menyentuh angka luar biasa, yakni mencakup 98,49 persen atau sebanyak 41.772.460 jiwa dari total basis penduduk yang ada. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32.356.740 jiwa atau 76,29 persen merupakan kepesertaan aktif, sementara kontribusi dari segmen PBPU Pemerintah Daerah (Pemda) tercatat mencapai 3.744.268 jiwa atau sekitar 8,83 persen.
Hal tersebut dipaparkan langsung oleh Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan, Rahmad Asri Ritonga, dalam kegiatan pemaparan materi Penyelenggaraan Program JKN Kepwil VI yang berlangsung di Magelang, Rabu (10/6/2026).
”BPJS Kesehatan terus berkomitmen menghadirkan layanan yang berkualitas kepada peserta dengan berlandaskan tata nilai ‘INISIATIF’, yang merupakan akronim dari Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif. Semua ini bermuara pada kesiapan kita mengantar generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Rahmad Asri Ritonga.
8 Langkah Strategis JKN dan Penguatan Akses Layanan
Untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan modern seperti kenaikan tarif pelayanan, perkembangan teknologi kedokteran, hingga pergeseran pola penyakit dari infeksi ringan ke penyakit degeneratif kronis, Direksi BPJS Kesehatan telah merumuskan 8 Quick Wins.
Langkah strategis tersebut terbagi ke dalam empat program yang berfokus pada pelanggan (Customer Centric) serta empat program kolaboratif (Collaborative Program) yang selaras dengan prioritas Presiden. Beberapa di antaranya mencakup optimalisasi respon cepat solutif melalui integrasi BPJS Sigap, layanan PANDAWA 24 jam nonstop, eliminasi inefisiensi anggaran melalui Intelligent Claim berbasis kecerdasan buatan (AI), program Prolanis Muda, pemantauan tumbuh kembang siswa lewat P-Care MBG, hingga jangkauan JKN di daerah 3T.
Guna menopang kualitas pelayanan tersebut, BPJS Kesehatan Wilayah Jateng dan DIY telah memperluas jaringan fasilitas kesehatan (faskes) mitranya secara masif. Per akhir Mei 2026, tercatat ada 3.523 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 438 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL/Rumah Sakit) yang aktif melayani peserta di seluruh wilayah Jateng dan DIY. Khusus untuk wilayah Provinsi Jawa Tengah sendiri, mitra faskes yang tergabung meliputi 3.131 FKTP dan 363 FKRTL.
Transformasi Digital dan Simplifikasi Layanan Tanpa Tatap Muka
Dalam era digitalisasi ini, BPJS Kesehatan terus mendorong kemudahan akses lewat berbagai kanal tanpa tatap muka demi meminimalkan antrean di faskes. Selain mengoptimalkan Aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan menerapkan integrasi sistem Antrean Online, Simplifikasi Rujukan (khususnya perpanjangan rujukan rutin bagi pasien thalasemia dan hemofilia langsung di rumah sakit), serta Iterasi Peresepan Obat bagi penderita penyakit kronis.
Peserta juga kini semakin dimudahkan dengan transparansi informasi melalui Display Informasi jadwal operasi serta ketersediaan tempat tidur di faskes mitra. Bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi, pengaduan, maupun pemutakhiran data secara cepat, BPJS Kesehatan telah membuka posko Layanan Sentralisasi yang tersebar di beberapa titik strategis, seperti Sentra Layanan di Yogyakarta, Semarang, hingga Surakarta yang siap melayani kebutuhan kepesertaan secara responsif.
Fokus Promotif Preventif dan Peningkatan Kualitas Hidup
Tidak hanya berfokus pada pengobatan (kuratif), jaminan kesehatan nasional di era baru ini kian menekankan pada fungsi promotif dan preventif melalui penguatan skrining kesehatan berkala. Beberapa skrining yang digencarkan meliputi skrining riwayat kesehatan lewat Mobile JKN, skrining diabetes melitus, skrining kanker serviks (IVA/Papsmear), hingga skrining kanker payudara (Sadanis).
Bagi masyarakat yang sudah terdiagnosa penyakit kronis, kualitas hidup mereka tetap dijaga secara optimal lewat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dan Program Rujuk Balik (PRB). Di wilayah Jateng dan DIY sendiri, tercatat sebanyak 480.411 penderita Diabetes Melitus (terbagi dalam 4.328 klub) dan 648.355 penderita Hipertensi (terbagi dalam 4.989 klub) aktif mengikuti berbagai kegiatan kesehatan Prolanis secara rutin. Sementara itu, total peserta PRB dengan kondisi stabil di wilayah Jateng-DIY telah mencapai 990.460 jiwa per akhir Mei 2026.
Peningkatan kualitas pelayanan yang dilakukan secara masif ini terbukti nyata membuahkan hasil positif. Berdasarkan data indeks kepuasan peserta JKN yang terus menanjak dari tahun ke tahun—dari angka 87,6 pada tahun 2022 menjadi 92,9 pada akhir tahun 2025—menjadi cerminan kuat bahwa transformasi mutu layanan yang diusung oleh BPJS Kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
”Kolaborasi adalah kunci. Sinergi dan kolaborasi dari seluruh ekosistem JKN, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, hingga kesadaran masyarakat sendiri, merupakan modal utama dalam mewujudkan jaminan kesehatan yang andal, inklusif, dan berkesinambungan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Rahmad Asri Ritonga.
Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad.