16
September
2026
Rabu - : WIB

Ali Shofwan jadi Jembatan Finansial Kaum Santri di Kajen Pati Bersenjatakan Mesin EDC BRILink

wartaphoto
Ali saat menjaga Agen BRILink miliknya yang terletak di depan Makam Mbah Ahmad Mutamakkin Kajen Pati. (Foto: Angga/WP)

WARTAPHOTO.NET. PATI – Matahari mulai condong ke barat di Desa Kajen, Margoyoso, Pati, Kamis (25/6/2026). Di depan makam Waliyullah Syekh Ahmad Mutamakkin, lantunan ayat suci samar-samar terdengar dari puluhan pondok pesantren di desa ini. Kajen memang masyhur sebagai “Kota Santri”. Ribuan pencari ilmu dari berbagai penjuru Nusantara bermukim di sini.

Di salah satu sudut strategis di depan area makam tersebut, tepatnya di Alfina Mart, tampak sebuah papan nama bertuliskan Alfa Cell. Di papan itu tercantum pula jargon yang ringkas namun sarat makna: Dekat, Aman, Canggih.

Di balik meja kasir, seorang pria tersenyum ramah menyapa setiap pengunjung. Ia adalah Mohammad Ali Shofwan (39). Sebagai agen BRILink, tidak berlebihan jika pria ini dianggap sosok “jembatan finansial” bagi masyarakat dan ribuan santri di Kajen.

Ali saat melayani seorang santri yang sedang mengambil uang di Agen BRILink miliknya. (Foto: Angga/WP)

Perjalanan Ali tidak berjalan mulus begitu saja. Sebelum menjadi Agen BRILink sukses seperti sekarang, Ali adalah seorang penjaga konter pulsa.

Titik balik datang pada tahun 2017. Terinspirasi dari kisah sukses seorang kawan sekolahnya di Mathali’ul Falah Kajen asal Purwodadi, Ali memantapkan diri untuk menjadi Agen BRILink.

“Pertama kali buka, orang-orang tidak tahu ini apa,” kata Ali saat ditemui Wartaphoto di tokonya, Kamis (25/6/2026).

Bukan dukungan yang ia terima, melainkan cibiran bernada pesimis dari teman-temannya. “ATM gratis itu banyak di mana-mana, kok malah buka yang bayar? Apa bakalan laku?” Kalimat itu sempat menggantung di telinganya. Namun, Ali memilih menutup telinga dari keraguan orang lain dan fokus pada peluang yang ia lihat.

Hasilnya di luar dugaan. Hanya dalam waktu satu pekan pertama sejak dibuka, transaksi langsung meledak hingga ratusan kali. Hal ini membuktikan bahwa insting bisnis Ali tidak salah. Masyarakat ternyata butuh sesuatu yang lebih dari sekadar mesin, yakni pelayanan.

Kehadiran Alfa Cell menjadi angin segar, khususnya bagi ekosistem Kota Santri. Bagi para orang tua di luar kota yang ingin mengirimkan uang saku, mereka tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Pati. Cukup transfer, dan uang bisa langsung diakses di Kajen.

Kemudahan ini dirasakan langsung oleh Faiz Jaka Permana, seorang santri Pondok Pesantren Mansajul Ulum. Remaja asal Sumatra ini melangkah mantap ke Alfa Cell dengan kartu ATM di tangannya. Hanya dalam hitungan menit, uang kiriman orang tuanya dari seberang pulau sudah berpindah ke tangan.

Bagi anak pondok seperti Faiz, Alfa Cell adalah penyambung napas kehidupan mereka di perantauan. Sementara bagi para orang tua, kehadiran Ali adalah solusi.

Sembilan tahun berjalan, Alfa Cell telah berevolusi jauh. Jika dulu pelanggannya mayoritas adalah anak-anak pondok, kini layanannya telah menyentuh sektor bisnis yang lebih luas. Mulai dari para pengusaha di daerah Ngemplak Kidul hingga sektor industri telah bermitra dengan Ali. Alfa Cell kini melayani pembayaran massal hingga penarikan uang tunai dalam skala besar.

Tak tanggung-tanggung, kini Alfa Cell mengelola sekitar 8.000 transaksi setiap bulan dengan menggunakan 6 mesin Electronic Data Capture (EDC). Transformasi digital ini juga membuat layanan Ali semakin canggih melalui program Laku Pandai, yang mencakup layanan simpanan, pengajuan pinjaman (referral/rekomendasi), hingga proteksi asuransi. Ada pula layanan perbankan seperti setor tunai.

Berkat rekam jejaknya yang mumpuni, Ali Shofwan kini dipercaya mengemban amanah besar sebagai Koordinator BRILink se-Kabupaten Pati. Di tangannya, agenda-agenda besar seperti gathering paguyuban agen dikomandoi agar sesama agen bisa tumbuh bersama.

Cerita sukses Ali Shofwan merupakan representasi nyata dari misi besar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dalam merajut inklusi keuangan. Area Head (Kepala Area) BRI Pati Regional Office (Kantor Wilayah) Semarang, Ahmad Muflihin Taiyeb, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen hadir hingga ke pelosok desa, salah satunya melalui perpanjangan tangan Agen BRILink.

Area Head BRI Pati RO Semarang, Ahmad Muflihin Taiyeb, saat Ditemui Wartaphoto di Ruang Kerjanya. (Foto: Angga/WP)

Pria yang memimpin wilayah kerja Pati, Rembang, Blora, dan Cepu ini menjelaskan bahwa Agen BRILink dibentuk untuk memudahkan kegiatan transaksi sehari-hari masyarakat desa tanpa harus terhambat jarak geografis.

“Jadi kami bisa menjangkau daerah terjauh. Kalau mereka mau mengambil uang tunai, tidak perlu ke ATM. Agen BRILink bisa membantu masyarakat setempat,” ungkap pria yang akrab disapa Iin tersebut.

Hadirnya infiltrasi layanan perbankan tanpa kantor cabang (branchless banking) di wilayah perdesaan seperti Kajen ini turut memantik apresiasi dari kalangan akademisi. Dosen Kewirausahaan di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Anis Fittria, menilai langkah BRI ini merupakan wujud transformasi finansial yang sangat inklusif.

Dari perspektif ekonomi pembangunan, Anis menjabarkan bahwa keberadaan Agen BRILink secara signifikan mampu menurunkan biaya transaksi (transaction cost) yang harus dikeluarkan oleh masyarakat, memperluas penetrasi perbankan, serta secara simultan mengedukasi literasi keuangan warga secara organik.

“Agen BRILink juga menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal karena masyarakat tidak lagi bergantung pada akses perbankan di kota besar,” jelas Anis saat dihubungi Wartaphoto.

Lebih dari itu, Anis memproyeksikan bahwa ekosistem yang dibangun oleh para agen di tingkat tapak akan menjadi fondasi kokoh bagi masa depan ekonomi digital di daerah.

“Dalam jangka panjang, model branchless banking seperti ini memperkuat ekosistem ekonomi digital dan mempercepat pemerataan pembangunan,” tandas dia.

Dari sebuah toko di depan makam wali, Ali Shofwan bersama ribuan agen lainnya di sudut-sudut Pati telah membuktikan bahwa digitalisasi perbankan tidak harus terasa kaku dan dingin. Di Alfa Cell, digitalisasi itu hadir dengan wajah yang hangat, dekat, aman, sekaligus menjadi motor penggerak kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat desa.

Reporter: Angga Saputra
Editor: Revan Zaen

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close