
WARTAPHOTO.NET. PATI – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pati terus bergerak aktif dalam menghadirkan program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Memasuki bulan Juli 2026, PKK Pati memperkuat komitmennya untuk mengedukasi masyarakat, khususnya dalam skala rumah tangga, mengenai pentingnya konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) serta pengelolaan sisa makanan secara bijak.
Langkah strategis ini ditegaskan oleh Plt Ketua TP PKK Kabupaten Pati, Dwi Risma Ardhi Chandra, dalam Rapat Koordinasi TP PKK Kabupaten dan Kecamatan di Aula Kantor PKK Kabupaten Pati, Kamis (2/7/2026).
“Saya berharap seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh penggerak PKK benar-benar memberi manfaat nyata dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Pati,” ujar Dwi Risma.
Salah satu fokus utama PKK Pati adalah mendorong para ibu rumah tangga untuk menyajikan menu B2SA sebagai fondasi kesehatan keluarga.
Melanjutkan kesuksesan lomba kreasi kudapan menu B2SA berbasis ikan non-beras pada bulan Juni lalu, kader PKK kini diarahkan untuk menjadi motor penggerak edukasi di lingkungan tempat tinggal mereka.
Penerapan B2SA dalam kehidupan sehari-hari dinilai sangat krusial, diantaranya untuk: memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara seimbang tanpa ketergantungan berlebih pada satu jenis karbohidrat (seperti beras).
Meningkatkan kreativitas memasak menggunakan bahan pangan lokal yang murah, sehat, dan mudah didapat.
Serta menjamin keamanan pangan keluarga dari zat berbahaya melalui pengolahan yang tepat.
Sejalan dengan penerapan menu sehat, PKK Pati juga menaruh perhatian besar pada masalah lingkungan yang bersumber dari dapur. Menggandeng Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati, para kader dibekali sosialisasi pencegahan pemborosan pangan demi menyukseskan Gerakan Stop Boros Pangan sesuai Instruksi Gubernur Jawa Tengah.
Narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pati, Kiki Apriyanti, menekankan bahwa pengelolaan food waste (sampah makanan) harus dimulai dari dapur rumah tangga melalui konsep ekonomi sirkular.
Jika makanan tidak habis, sisa bahan makanan tersebut jangan langsung dibuang ke tempat sampah, melainkan diolah menjadi pupuk kompos tepat guna.
”Stop boros pangan, stop buang makanan. Mari mulai berbagi dan mengolah limbah agar menjadi lebih berarti. Pemanfaatan sisa pangan untuk kompos, bahan baku industri, maupun pakan ternak akan membuat nilai manfaat pangan terus berlanjut,” pungkas Kiki.
Selain fokus pada ketahanan pangan dan lingkungan, rakor tersebut juga membahas agenda kerja PKK Pati sepanjang Juli 2026, termasuk Senam Sehat Bersama dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, kolaborasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bersama Dinas Kesehatan.