16
September
2026
Rabu - : WIB

Banjir Rob di Tunggulsari Pati Kembali Naik, Puluhan Rumah Warga Terendam

wartaphoto
2026/07/15 pada Berita, Pati, wartaphoto
Kondisi banjir rob di Tunggulsari, Tayu, Pati, Selasa (14/7/2026) siang. (Foto: Istimewa)

PATI | WARTAPHOTO.NET – Banjir rob yang melanda Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, kembali meninggi pada Selasa (14/7/2026). Kenaikan volume air ini dipicu oleh gelombang pasang laut yang tengah melanda kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

​Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, mengonfirmasi bahwa air pasang mulai naik sejak Selasa (14/6/2026) pagi. Hingga siang hari, setidaknya ada 36 rumah warga di wilayah RT 05 yang kembali terendam air dengan ketinggian berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter. Kawasan ini memang menjadi salah satu titik langganan yang paling awal terdampak setiap kali air laut pasang.

​”Iya, pagi tadi rob pasang naik lagi. Siang ini ada 36 rumah yang kembali terkena luapan air,” ujar Setyo.

​Meski ketinggian air saat ini masih relatif lebih rendah dibanding puncak rob pada akhir Juni lalu, Setyo mengimbau warganya untuk tetap waspada. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa puncak pasang air laut justru baru akan terjadi pada hari Kamis dan Jumat mendatang.

​”Saat ini memang lebih rendah, tapi prediksi BMKG menyebutkan akan ada kenaikan pasang lagi pada hari Kamis dan Jumat,” jelasnya cemas.

​Kekhawatiran pemerintah desa dan warga setempat kian khawatir mengingat infrastruktur penahan air di wilayah tersebut belum sepenuhnya siap. Setyo mengakui bahwa penanganan banjir rob di desanya masih jauh dari kata maksimal.

Sampai saat ini, pekerjaan tanggul baru selesai sepanjang 75 meter. Sedangkan yang masih dalam proses pengerjaan sepanjang 90 meter. Sedangkan yang tanggul kritis kain sepanjang 450 meter baru proses persiapan material.

“Tanggul pertama yang dari pemkab sudah selesai 75 meter, tanggul ke 2 sepanjang 90 meter baru proses pancang. Penanganan dari pemprov baru persiapan material. Hari Kamis rencana pemasangan pancang sepanjang 450 meter,” papar Setyo merinci kendala di lapangan.

​Kini, warga Tunggulsari hanya bisa berharap cuaca bersahabat dan pengerjaan tanggul darurat bisa dikebut. Jika prediksi BMKG terbukti dan air kembali meluap tinggi tanpa adanya tanggul yang memadai, sektor perikanan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat dipastikan akan lumpuh total.

“Khawatir kalau (air) naik lagi. Warga tidak bisa bekerja sebagai petani tambak budi daya ikan nila salin,” tandas Setyo.

Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close