17
September
2026
Kamis - : WIB

Soto Bathok Tayu Pati: Gurihnya Kuah Bening Ayam Kampung yang Viral Dalam Wadah Tempurung

wartaphoto
2026/07/21 pada Berita, Kuliner, Pati, Viral, wartaphoto
​Unik dan hangat: Soto ayam kampung kuah bening khas Mbak Jumi’ah yang disajikan dalam wadah bathok kelapa di Desa Tayu Wetan, Pati. (Foto: Wartaphoto)

PATI | WARTAPHOTO.NET -​Aroma gurih kuah soto ayam kampung membubung hangat dari sebuah lapak sederhana di Desa Tayu Wetan, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. Di balik kuali yang terus membulirkan uap panas, tampak sosok Jumi’ah melayani setiap pembeli dengan cekatan. Pemandangan itu bukan hal baru, ketelatenan tersebut telah ia jalani selama lebih dari dua dekade.

​Kisah Jumi’ah dimulai pada tahun 1998. Saat itu, ia mengawali usahanya dari pinggir Jalan Raya depan Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Tayu. Berganti zaman dan iklim kuliner tak menyurutkan langkahnya.

Hingga baru dua minggu belakangan, ia memboyong cita rasa legendarisnya ke lokasi baru di Tayu Wetan dengan sentuhan unik yang mendadak viral. Yakni menyajikan soto di dalam bathok atau tempurung kelapa tradisional.

​Di tengah gempuran kuliner kekinian, Jumi’ah memilih setia pada resep warisan. Soto ayam kampung buatannya dibuat tanpa santan, menghasilkan kuah bening segar yang ringan namun kaya rempah.

​”Bumbunya melegenda, saya racik sendiri turun-temurun dari keluarga,” tutur Mbak Jumi’ah kepada Wartaphoto, Selasa (21/07/2026).

​Penggunaan bathok kelapa bukan sekadar mencari keunikan visual. Bagi Jumi’ah, wadah alami ini menjaga kehangatan kuah sekaligus menambah aroma khas yang menyempurnakan racikan bumbu keluarganya. Setiap porsi dipatok dengan harga yang sangat ramah di kantong, yakni Rp10.000.

​Pukul 06.00 pagi, Jumi’ah sudah siap menyambut pelanggan pertamanya. Ketelatenannya membuahkan hasil. Tak kurang dari 100 porsi ludes setiap hari.

Sering kali seluruh dagangannya habis melayang sebelum pukul 14.00 WIB.

​Jumi’ah juga tak menutup mata dari perkembangan zaman. Usaha klasiknya kini juga beradaptasi ke ranah digital lewat akun Instagram dan TikTok @sotobathoklegendaris untuk menjangkau penikmat kuliner yang lebih luas.

​Konsistensi dalam menjaga cita rasa dari tahun ke tahun menciptakan ikatan tersendiri bagi warga sekitar. Terlebih, lokasinya yang baru tak jauh dari area sekolah kerap mengundang kenangan bagi para alumni yang dulu sering melintas di kawasan tersebut.

​Salah satunya Anin, warga Kedungbang, Tayu, yang merupakan alumni MAN 2 Pati. Rasa penasaran akan sajian unik ini membawanya mampir untuk mencicipi langsung.

​Bagi Anin, porsi yang pas, rasa gurih yang pas di lidah, serta penyajian unik menggunakan tempurung kelapa menjadi alasan soto ini layak dicoba.

​”Ada soto bathok dekat sekolahku dulu, akhirnya saya ke sini. Porsinya pas, rasanya enak, dan di tempat lain nggak pakai bathok,” tutur Anin usai menikmati semangkuk soto hangatnya.

Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad.

Disalin

Tinggalkan Balasan

copyright wartaphoto.net 2026
MENU
oogle close