
PATI | WARTAPHOTO.NET — Luas lahan pertanian tembakau di Kabupaten Pati terus mengalami peningkatan. Langkah ini diambil para petani karena tanaman tembakau dinilai sangat cocok dibudidayakan pada musim kemarau seperti saat ini.
Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, menyampaikan bahwa potensi komoditas tembakau saat ini cukup menjanjikan. Hingga tahun 2026, total luas lahan tembakau di wilayah Bumi Mina Tani tersebut telah mencapai ribuan hektar.
”Luas tanaman tembakau pada tahun 2026 ini berada di kisaran 1.100 hektar yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pati,” ujar Ratri, Senin (27/7/2026).
Meskipun belum membeberkan secara terperinci rincian luas lahan di setiap kecamatan, Ratri memperkirakan wilayah terluas berada di kawasan timur dan selatan Pati.
”Secara umum, lahan paling luas berada di Kecamatan Jaken dan Kecamatan Pucakwangi,” jelasnya.
Sebagai perbandingan, luas lahan tembakau di Kabupaten Pati pada tahun 2025 tercatat sekitar 1.051 hektar. Dari data tersebut, terlihat adanya penambahan luas tanam pada tahun ini.
Meski demikian, pihak Dispertan belum dapat memaparkan total hasil produksi maupun nilai ekonomis yang didapat para petani. Hal ini dikarenakan proses penyerapan hasil panen oleh pihak pengumpul (offtaker) belum dimulai.
“Kalau dibandingkan dengan 2025 kemarin, kemungkinan lebih banyak tahun ini. Namun demikian memang untuk hasil kita belum bisa memberikan penjelasan karena ini untuk penerimaan oleh offtaker yaitu dari PT Sadana belum berlangsung. Sehingga nilai keekonomiannya kami bisa menginformasikan,” papar dia.
Ratri menambahkan, bertambahnya luas lahan ini juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca tahun ini yang cenderung lebih kering dibanding tahun lalu, sehingga sangat mendukung tumbuh kembang tanaman tembakau.
”Cuaca saat ini relatif bagus untuk tembakau, berbeda dengan tahun 2025 lalu yang cenderung kemarau basah,” tandas dia.
Reporter: Putra
Editor: A. Muhammad.